Suara.com - Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengecam tindakan Korea Utara yang menutup semua jalan dan jalur kereta api yang terhubung dengan Korea Selatan, menyebutnya sebagai langkah yang bertentangan dengan upaya unifikasi.
Dalam pernyataan pada Kamis, kementerian tersebut menekankan bahwa tindakan Korea Utara merupakan tindakan anti-unifikasi dan anti-nasional yang mengabaikan keinginan rakyat di kedua negara untuk bersatu.
Kementerian menduga bahwa Korea Utara tidak memberi tahu mereka sebelumnya mengenai langkah tersebut untuk menghindari kontak, mengingat hubungan yang tegang antara kedua negara.
Pada Rabu (9/10), militer Korea Utara mengumumkan penutupan permanen perbatasan selatan dengan Korea Selatan dengan memutus semua jalur transportasi dan membangun struktur pertahanan. Mereka menyatakan bahwa tindakan ini akan sepenuhnya memisahkan wilayah Korea Utara dari Korea Selatan, yang dianggapnya sebagai musuh utama mereka.
Kedua negara memiliki jalur transportasi yang saling terhubung, termasuk jalan raya dan rel kereta api di sepanjang jalur Gyeongui dan Donghae. Namun, sejak awal tahun ini, Korea Utara telah mengambil langkah-langkah seperti memasang ranjau darat dan mencabut bantalan rel untuk menggagalkan kerja sama dan pertukaran antar-Korea.
Pada pertemuan partai di bulan Desember, pemimpin Korea Utara menggambarkan hubungan antara kedua negara sebagai hubungan yang saling bermusuhan, dengan penegasan untuk tidak mencari rekonsiliasi atau unifikasi dengan Korea Selatan.
Berita Terkait
-
Baku Tembak Pecah di Perbatasan: Pasukan Pakistan dan Afghanistan Bentrok Lagi
-
Genderang Perang? Korea Utara Tutup Permanen Perbatasan, Kirim Peringatan Keras ke AS dan Korea Selatan
-
Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Percepat Langkah Menjadi Negara Adikuasa Nuklir
-
Belum Genap 2 Tahun Menikah, Jiyeon T-ara dan Hwang Jae Gyun Putuskan Bercerai
-
Peringatan Keras untuk Korsel dan AS, Kim Jong Un Siap Luncurkan Nuklir Jika Diserang
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu
-
Kebiasaan Ngemil Keluarga Indonesia Berubah, Kini Buah Hadir dalam Bentuk Camilan Praktis
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus
-
Target PLTS 100 GW Prabowo, IESR Ingatkan Kesiapan Eksekusi di Lapangan
-
Kondisi Air Laut Aman, BMKG Ingatkan Warga NTT Hindari Bangunan Retak Usai Gempa
-
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda untuk Pemain Timnas Indonesia, Skuad Garuda Bisa Terdampak
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review
-
5 HP POCO untuk Gaming Kasual hingga Kelas Berat, Terbaik Mulai Rp2 Jutaan
-
Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik
-
Aksi Heroik Marinir Lampung Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara 74 Meter