Suara.com - Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (17/10/2024) digeruduk oleh para pendemo yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Melek Hukum (GPMH). Dalam aksi demonstrasi itu, massa mendesak agar Kejagung segera memeriksa ulang Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (RTC) terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada periode 2016-2020.
Ketua GPMH, Mahmud mengaku pihaknya mencurigai adanya permainan sehingga mendesak agar Kejagung mengusut tuntas perkara tersebut.
“Massa menyuarakan kekhawatiran bahwa publik dapat mencurigai adanya permainan dalam pengusutan kasus ini. Jangan sampai publik menaruh kecurigaan ada main mata dalam pengusutan kasus penyelewengan dana Waskita Beton Precast,” kata Mahmud, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2024).
“Karena kami menilai kasus ini belum tuntas sampai ke akar-akarnya. Kejagung harus panggil kembali Ratu Tatu," tambahnya.
Mahmud menilai, jika tidak segera diselesaikan dan diungkap secara menyeluruh, kepercayaan publik terhadap Kejagung akan menurun.
“Kami berharap Kejagung tidak melindungi pihak-pihak yang terlibat dan membuka siapa saja yang menerima aliran dana korupsi tersebut,” jelasnya
Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus korupsi Waskita Beton Precast. Diantaranya yakni Hasnaeni Moein alias Wanita Emas sebagai Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal, serta Kristiadi Juli Hardianto (KJH) mantan General Manager PT Waskita Beton Precast.
Kejagung juga telah memeriksa Ratu Tatu Chasanah sebagai saksi dalam kasus ini, pada Februari 2023.
Baca Juga: Istri Kaesang Erina Gudono Tuai Kontroversi usai Flexing Omakase di RS, Emang Boleh? Begini Kata IDI
Berita Terkait
-
Terungkap! Harvey Moeis Punya Mobil Porsche Langka yang Cuma Diproduksi 1.948 Unit di Dunia
-
MA Tolak Kasasi, Kasus Korupsi Mantan Rektor Universitas Udayana Gugur Karena Terdakwa Meninggal
-
Geledah Dinas Peternakan Jatim, KPK Sita Barang Bukti Kasus Korupsi Dana Hibah
-
Copot 3 Anak Buah usai Kepergok Palak Pengusaha, Mentan Andi Amran: Gak Ada Kompromi Bagi Korupsi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT