Suara.com - Pembina Gibran Fans Garuda Indonesia, Sulistio Dharmawan menanggapi perihal kritik deras yang datang dari sejumlah kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dan keluarganya. Kritik dari beberapa pihak itu menggelinding pasca Jokowi lengser dari jabatan sebagai presiden.
Menanggapi itu, Sulistio menilai jika kritik terhadap Jokowi hanya sekedar opini belaka. Bahkan, dia menyebut jika para pengkritik itu tidak menghargai kinerja Jokowi selama menjabat presiden dua periode.
“Ini hanya opini segelintir orang yang enggak paham, mereka hanya bisa mengoreksi kekurangan pak Jokowi, tapi sekelompok orang ini tidak berani mengakui karya besar Pak Jokowi untuk bangsa ini,” kata Sulistio, Minggu (3/11/2024).
"Bahkan orang yang buat opini dan narasi yang menyudutkan pak Jokowi dan keluarganya, belum pernah menorehkan karya sedikitpun kepada bangsa ini,” sambungnya.
Terkait kritik yang disebut hanya pelampiasan kekecewaan segelitir pihak kepada Jokowi, Sulistio meminta agar publik tidak turut terprovokasi dengan isu-isu yang menyudutkan Jokowi dan keluarganya.
“Jangan sampai terprovokasi dengan opini yang gak jelas. Ayo kita bersama-sama bersatu membina kerukunan supaya bangsa ini aman kondusif," katanya.
Menurutnya, siapa pun bisa melayangkan kritik, asalkan narasinya tidak menyebarkan fitnah. Dia pun berpesan agar kritik itu juga bisa disampaikan secara santun.
“Ke depan kan etika sebagai bangsa timur, menghargai karya para pemimpin, kita harus saling menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, karena keutuhan adalah aset dan investasi demi keberlangsungan anak cucu kita kelak,” tandasnya.
Pasca Jokowi lengser dari jabatan presiden, sejumlah tokoh bergerak untuk menagih sejumlah laporan kasus dugaan korupsi Jokowi dan keluarganya ke KPK pada Kamis (31/10/2024) lalu.
Baca Juga: Curhat Sedih Pilkada Jakarta 2024 Tak Ada Anies-Ahok, Bintang Emon Malah Diledek: Lu Kesambet Apa?
Sederet tokoh yang menanyakan kasus dugaan korupsi keluarga Jokowi di KPK itu di antaranya, Abraham Samad (mantan Ketua KPK), Roy Suryo (pakar telematika), Saut Situmorang (mantan Wakil Ketua KPK), Refly Harun (Pakar Hukum Tata Negara) dan Said Didu (Mantan Sekretaris Kementerian BUMN).
Sejumlah kasus yang ditagih oleh Abraham Samad dkk di antaranya seperti perkembangannya laporan dari dosen UNJ Ubaidillah Badrun, laporan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) soal dugaan nepotisme, dan laporan dari Marwan Batubara yang menyebut bahwa Jokowi terlibat kasus korupsi saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Berita Terkait
-
Curhat Sedih Pilkada Jakarta 2024 Tak Ada Anies-Ahok, Bintang Emon Malah Diledek: Lu Kesambet Apa?
-
Koar-koar "Jangan Suka Nge-klaim Didukung Pak Prabowo dan Pak Jokowi", RK Sindir Siapa?
-
Kaesang Blak-blakan: Jokowi Siap Turun Gunung Kampanyekan Paslon Jagoan PSI di Pilkada Bali, Prabowo Ikut Dukung
-
Anies Mendadak Pamer Satu Kamar Hotel Bareng Prabowo, Netizen Auto Ngakak: Masak Terus Pak...
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
-
Gus Yaqut Lawan Status Tersangka KPK, Akui Berhasil Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji