Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan posisi partainya yang berada bersama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. NasDem juga akan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.
"Posisi kita sekarang ini jelas dalam pemerintahan yang baru adalah posisi ikut berada sebagai institusi parpol yang bersama dengan pemerintahan baru ini untuk menjalankan berbagai dukungan atas kebijakan yang dijalankan," kata Surya Paloh di Akademi Bela Negara Partai NasDem, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2024).
Meski posisi NasDem mendukung pemerintahan Prabowo, Paloh mengingatkan jajaran agar tetap menjaga kesadaran pikiran.
"Tapi satu hal yang saya ingatkan, jangan pernah menghilangkan komitmen untuk menjaga kesadaran pikiran-pikiran yang waras ada pada diri kita," kata Paloh.
"Kita adalah kita dengan kemampuan daya analisis yang kita mikiki, bangun kesadaran agar masyarakat dari waktu ke waktu memiliki tingkat partisipasi yang lebih hebat lebih kokoh dalam menjalankan positioning kehidupan kebangsaan," sambungnya.
Diketahui, meski menyatakan sebagai partai pemerintah, tak ada kader Nasdem di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Meski tak ada kadernya di pemerintahan, NasDem menegaskan, tetap jadi bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Wakil Ketua Umum Nasdem Saan Mustopa menegaskan komitmen Nasdem yang dipimpin oleh Surya Paloh untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Nasdem akan ada (sebagai) bagian (dari) koalisi pemerintahan Prabowo. Nasdem komitmen dukung sepenuhnya pemerintahan Prabowo. Apapun programnya nasdem pasti mendukung," katanya di Gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2024).
Baca Juga: Soroti Dukungan Prabowo ke Luthfi-Taj Yasin, Deddy PDIP: Presiden Harus Cuti, Istana Tak Ngerti UU?
Berita Terkait
-
Soroti Dukungan Prabowo ke Luthfi-Taj Yasin, Deddy PDIP: Presiden Harus Cuti, Istana Tak Ngerti UU?
-
NasDem Maklumi Endorse Prabowo di Pilkada Jateng: Presiden Kita Ketua Partai, Harus Mengerti
-
Endorse Lutfi-Taj Yasin, Prabowo Didesak Mundur dari Ketum Gerindra
-
Poin-poin Hasil Kunjungan Prabowo ke Tiongkok: Gaet Investasi Rp157 Triliun hingga Tegaskan Sikap Politik RI
-
Kritik Prabowo Dukung Luthfi-Yasin, PDIP: Semoga Cuma Endorse Bukan Abuse Of Power
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos