Suara.com - Seorang pejabat senior Hamas pada hari Jumat mengatakan kelompok itu "siap untuk gencatan senjata" di Gaza, mendesak Presiden terpilih AS Donald Trump untuk "menekan" Israel saat terus menggempur wilayah Palestina.
Hal itu terjadi hampir seminggu setelah Qatar, yang menjadi tuan rumah sebagian besar biro politik kelompok Palestina, mengumumkan akan menangguhkan perannya sebagai mediator dalam perang dan mendesak semua pihak untuk menunjukkan "keseriusan".
"Hamas siap mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza jika proposal gencatan senjata diajukan dan dengan syarat dihormati oleh Israel," anggota biro politik Hamas yang berbasis di Doha, Bassem Naim mengatakan kepada AFP.
"Kami menyerukan kepada pemerintah AS dan Trump untuk menekan pemerintah Israel agar mengakhiri agresi."
Pada hari Sabtu, Qatar mengumumkan akan menangguhkan perannya sebagai mediator dalam pembicaraan tidak langsung menuju gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera dalam perang Gaza yang telah berlangsung selama lebih dari setahun.
"Qatar akan melanjutkan upaya tersebut... ketika para pihak menunjukkan kemauan dan keseriusan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Doha Majed Al Ansari dalam sebuah pernyataan.
Pengumuman Hamas pada hari Jumat itu muncul saat Israel terus menyerang Gaza, dengan penduduk kota Deir el-Balah mencari-cari di antara puing-puing rumah mereka yang hancur setelah serangan semalam.
"Saya terbangun karena pengeboman pada pukul 2:30 pagi dan terkejut dengan puing-puing dan kaca yang jatuh menimpa saya dan anak-anak saya," kata Mohamed Baraka, salah seorang penduduk, seraya menambahkan bahwa serangan itu mengakibatkan tiga orang mati syahid dan 15 orang luka-luka.
"Akhiri perang ini... karena ada orang-orang tak berdosa yang kehilangan anak-anak tak berdaya yang tidak ada hubungannya dengan ini," katanya.
Baca Juga: Serangan Udara Israel di Damaskus Tewaskan 15 Orang, Belasan Luka-luka
Perang meletus dengan serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang mengakibatkan 1.206 kematian, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP dari angka-angka resmi Israel.
Serangan balasan Israel telah menewaskan 43.764 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut angka dari kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas yang dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Militan juga menculik 251 sandera selama serangan itu, 97 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.
Sebelumnya pada hari Jumat, kelompok militan yang bersekutu dengan Hamas, Jihad Islam, merilis klip baru sandera Israel Sasha Trupanov, setelah merilis video pertama awal minggu ini.
Trupanov, 29 tahun, adalah warga negara Rusia-Israel yang diculik bersama pacarnya, Sapir Cohen, dari kibbutz Nir Oz di dekat perbatasan Gaza.
Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova menyerukan pembebasan Trupanov dan sandera lainnya, Maxim Herkin, dalam komentar yang disampaikan sebelum klip terbaru dirilis.
Berita Terkait
-
Serangan Terbaru Sasar UNIFIL di Lebanon, Peluru Artileri Mendarat di Markas
-
Gaza di Ambang Bencana Kelaparan: Kanada Desak Bantuan Internasional Segera
-
Mesir Bantah Keras Bantu Pengiriman Bahan Peledak ke Israel
-
Serangan Udara Israel di Damaskus Tewaskan 15 Orang, Belasan Luka-luka
-
Otoritas Palestina Sebut Israel Terus Serang Warga Sipil di Gaza, Tuduhan Genosida Tak Digubris
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau