Suara.com - Pemungutan suara untuk Pilkada serentak dijadwalkan pada Rabu, 27 November 2024. Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, hari tersebut akan ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilih mereka.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menginstruksikan KPU di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang mengatur penetapan hari libur ini. Keputusan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2024, yang mewajibkan pengusaha untuk memberikan hari libur kepada pekerja atau membayar upah lembur jika pekerja tetap bekerja pada hari tersebut.
Aturan ini memiliki dampak yang signifikan, terutama bagi para pekerja. Para pengusaha diimbau untuk mematuhi regulasi tersebut agar hak pekerja tidak dilanggar, sekaligus memberikan peluang kepada mereka untuk menyalurkan hak suaranya.
Semua pihak diharapkan memahami dan mematuhi aturan yang ada guna mendukung kelancaran pemilihan umum serta memastikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hari Libur Nasional untuk Pemungutan Suara Pilkada
Merujuk pada Pasal 167 ayat (3) UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum serta Pasal 84 ayat (3) UU No. 1 Tahun 2015, pemungutan suara harus dilakukan pada hari libur nasional atau hari yang diliburkan secara resmi.
Anggota KPU RI, August Mellaz, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan memberi kesempatan yang adil kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. "Hari pemilihan selalu ditetapkan sebagai hari libur," ujarnya melalui situs resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Sebagai tindak lanjut, KPU daerah diminta segera menerbitkan SK terkait penetapan libur Pilkada di wilayah masing-masing. Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, mengungkapkan bahwa persiapan Pilkada serentak 2024 hampir selesai, dengan tingkat kesiapan mencapai 99 persen. Pilkada tahun ini mencakup 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.
Hak Buruh dan Tanggung Jawab Pengusaha
Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2024 menegaskan bahwa pengusaha wajib memberikan hari libur pada 27 November 2024 untuk memungkinkan pekerja menggunakan hak pilihnya. Jika pekerja tetap harus bekerja, pengusaha wajib mengatur jadwal agar mereka tetap dapat mencoblos di TPS. Selain itu, pekerja yang bekerja pada hari tersebut berhak atas pembayaran upah lembur sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Edaran ini memastikan pekerja dapat menjalankan hak pilih tanpa terbebani oleh kewajiban kerja, sekaligus melindungi mereka dari pelanggaran hak oleh pengusaha. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif pekerja dalam proses demokrasi.
Baca Juga: Tunjukkan Jari Ungu Dapat Diskon! 10 Promo Menarik Menanti Selama Coblosan Pilkada 2024
Apakah Bekerja Saat Pilkada Serentak Mendapat Kompensasi?
Bagi pekerja yang tetap bekerja pada hari Pilkada serentak 27 November 2024, pengusaha memiliki kewajiban membayar kompensasi. Kompensasi ini berupa:
1. Upah Lembur: Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pekerja berhak atas pembayaran lembur.
2. Hak Libur Pengganti: Jika memungkinkan, pengusaha dapat memberikan waktu libur di hari lain.
3. Penyesuaian Jadwal Kerja: Pengusaha juga diimbau untuk mengatur jadwal kerja yang fleksibel, sehingga pekerja tetap memiliki waktu untuk mencoblos di TPS.
Pekerja yang tidak mendapatkan haknya dapat melaporkan pelanggaran ini ke dinas ketenagakerjaan setempat untuk ditindaklanjuti. Keputusan ini bertujuan untuk memastikan setiap pekerja tetap memiliki kesempatan berpartisipasi dalam Pilkada, meskipun mereka bekerja pada hari tersebut.
Pilkada serentak 2024 mencakup 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota, menjadikannya salah satu agenda demokrasi terbesar di Indonesia. KPU RI menyatakan hampir seluruh persiapan, termasuk distribusi logistik dan pengawasan, telah rampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua
-
Ketua Banggar DPR Bela Pencalonan Thomas Djiwandono: Ini Soal Kemampuan, Bukan Nepotisme
-
Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra
-
Geger! Anggota Komcad TNI Jual Senpi Ilegal SIG Sauer di Bali, Terbongkar Modusnya
-
7 Hal Penting Terkait Dicopotnya Dezi Setiapermana dari Jabatan Kajari Magetan
-
Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang
-
Diperiksa 8 Jam Soal Kasus Korupsi Haji, Eks Stafsus Menag Irit Bicara
-
Resmi! Komisi XI DPR RI Sepakati Keponakan Prabowo Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
-
Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas
-
Plot Twist Kasus Suami Lawan Jambret Jadi Tersangka: Sepakat Damai, Bentuknya Masih Abu-abu