- Kejagung tidak menemukan adanya perjanjian endorsement atau iklan untuk 88 tas mewah dan perhiasan Sandra Dewi yang disita
- Pihak yang disebut sebagai pemberi endorsement ternyata adalah pihak ketiga yang akan merugi jika memberikan barang mewah secara gratis
- Penyidik menemukan bukti transfer dari rekening Harvey Moeis ke Sandra Dewi yang uangnya secara spesifik digunakan untuk membeli tas mewah
Suara.com - Klaim Sandra Dewi bahwa 88 tas mewah miliknya yang disita Kejaksaan Agung (Kejagung) adalah hasil endorsement atau iklan kini berada di ujung tanduk. Penyidik Kejagung mengungkap fakta mengejutkan di persidangan yang membantah keras alibi istri terpidana korupsi timah, Harvey Moeis, tersebut.
Penyidik Kejagung, Max Jefferson Mokola, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada satu pun bukti perjanjian endorsement yang ditemukan terkait puluhan tas mewah dan perhiasan yang disita dari Sandra Dewi. Hal ini bertentangan langsung dengan keterangan sang selebritas yang menyebut hampir semua hasil kerjanya memiliki kontrak yang jelas.
"Khusus yang disita ini, itu nggak ada perjanjiannya," kata Max saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025).
Kejanggalan tidak berhenti di situ. Max menjelaskan bahwa saat penyitaan dilakukan, tidak ditemukan pula bukti pembelian untuk berbagai perhiasan mewah milik Sandra. Kondisi ini membuat klaim Sandra Dewi mengenai asal-usul hartanya dinilai sebagai sebuah anomali oleh penyidik.
Penyelidikan Kejagung semakin dalam saat memeriksa pihak yang disebut sebagai pemberi endorsement. Ditemukan fakta bahwa orang tersebut hanyalah pihak ketiga yang membeli barang dari reseller. Secara logika bisnis, skema ini dianggap tidak masuk akal dan merugikan.
"Ketika orang ini bilang dia mau endorse, di-endorse ke bu Sandra, terus di-post di Instagram, kemudian barang itu menjadi milik Bu Sandra, dia akan rugi ini. Dia kan yang langsung membayar ke reseller, terus uang yang diajukan untuk membayar reseller ya dia nggak akan dapat untung dari situ," tutur Max sebagaimana dilansir Antara.
Keraguan penyidik semakin menguat setelah beberapa pihak yang diklaim sebagai pemberi endorsement lain tidak mampu membuktikan klaim mereka, bahkan ada yang mangkir dari panggilan pemeriksaan lanjutan.
Pukulan telak bagi pembelaan Sandra Dewi datang dari temuan aliran dana. Penyidik menemukan bukti transfer langsung dari rekening Harvey Moeis ke rekening Sandra Dewi, yang uangnya kemudian terbukti digunakan untuk membeli tas-tas mewah tersebut.
"Nah, ini lah yang akhirnya membuat penyidik begitu. Terus ada juga bukti transfer dari rekening Ratih, rekening Harvey Moeis ke Sandra Dewi, terus uang itu dipakai untuk membeli tas," ucap Max.
Baca Juga: Jejak Korupsi Riza Chalid Sampai ke Bankir, Kejagung Periksa 7 Saksi Maraton
Kesaksian ini disampaikan dalam sidang pengajuan keberatan yang dilayangkan Sandra Dewi atas penyitaan asetnya, termasuk perhiasan, kondominium, rumah mewah, dan tabungan yang diblokir, terkait kasus korupsi timah yang menjerat suaminya dengan kerugian negara mencapai Rp300 triliun.
Berita Terkait
-
Jejak Korupsi Riza Chalid Sampai ke Bankir, Kejagung Periksa 7 Saksi Maraton
-
Kejagung Bongkar Kebohongan Sandra Dewi soal 88 Tas Mewah Hasil Endorsement, Begini Faktanya!
-
Skandal Ekspor POME, Kejagung Geledah Sejumlah Kantor Bea Cukai
-
Geledah Kantor Bea Cukai, Kejagung Ogah Beberkan Detail Kasusnya, Mengapa?
-
Kejagung Cium Kejanggalan, Ditemukan Anomali dari Klaim Sandra Dewi soal Harta Sitaan Hasil Endorse
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Cole Tomas Allen Targetkan Bunuh Semua Pejabat Donald Trump kecuali Sosok Ini
-
Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was
-
Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata
-
KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Khusus Antar Travel
-
KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
-
10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi
-
Sebut Narasi Ferry Irwandi 'Sesat Pikir' di Kasus Chromebook, Pengamat: Hukum Itu Fakta, Bukan Opini
-
14 Orang Tewas di Tragedi Maut Bekasi Timur, Media Asing Soroti Keselamatan Transportasi RI
-
DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi
-
Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit