Suara.com - Angkatan bersenjata Yaman telah mengumumkan serangan rudal hipersonik terhadap target utama di Tel Aviv.
Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara angkatan bersenjata Yaman, mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan itu dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas dan perlawanan mereka, dan sebagai tanggapan atas kejahatan musuh Israel di Gaza, TV Al-Masirah Yaman melaporkan.
Menekankan bahwa rudal itu berhasil mengenai sasaran, Jenderal Saree menambahkan bahwa angkatan bersenjata Yaman akan mengintensifkan operasi militer mereka menggunakan rudal dan pesawat tak berawak kecuali agresi Israel di Gaza dihentikan dan blokade dicabut.
Ia menekankan bahwa serangan itu merupakan bagian dari “tugas agama, moral, dan kemanusiaan” Yaman untuk mendukung pejuang Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa rudal yang diluncurkan dari Yaman telah menyerang wilayah yang diduduki Israel, melukai empat Zionis.
Beberapa outlet berita melaporkan bahwa empat orang Zionis mengalami cedera setelah sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman mengenai wilayah Palestina yang diduduki.
Radio Israel mengabarkan pada hari Minggu bahwa alarm terdengar di berbagai lokasi di seluruh Palestina yang diduduki.
Keempat individu tersebut terluka saat warga di utara Tel Aviv bergegas menuju tempat berlindung, menurut laporan tersebut.
Yaman telah menargetkan beberapa pangkalan strategis milik rezim Israel menggunakan pesawat tanpa awak.
Baca Juga: Kibarkan Bendera Palestina di Everblast, Penonton Ini Girang di-Notice Killing Me Inside
Di sisi lain, berbagai daerah di Yaman telah menjadi sasaran serangan agresif dari AS dan Inggris dalam beberapa bulan terakhir.
Melalui serangan ini, beberapa negara Barat berusaha untuk menekan pemerintah Yaman agar mencabut blokade lautnya terhadap rezim Israel.
Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa agresi AS dan Inggris tidak akan mempengaruhi keputusan Yaman untuk terus mendukung rakyat Palestina dalam perjuangan mereka melawan penindasan.
Yaman juga telah menargetkan kapal-kapal Israel serta kapal lainnya yang menuju wilayah yang diduduki, sebagai bentuk dukungan terhadap perlawanan rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Berita Terkait
-
Aksi Reuni 212, Rizieq Shihab Ingatkan Kasus Penistaan Agama 8 Tahun Lalu
-
Mengutuk Genosida Gaza di Konser Seringai 'Serigala Militia Selamanya'
-
Bendera Palestina Berkibar di Everblast, Fans Semringah Dinotice Killing Me Inside
-
Kibarkan Bendera Palestina di Everblast, Penonton Ini Girang di-Notice Killing Me Inside
-
44.282 Jiwa Melayang: Warga Gaza Berharap Keajaiban Gencatan Senjata Seperti Lebanon
Terpopuler
- Nikmati Belanja Hemat F&B dan Home Living, Potongan Harga s/d Rp1,3 Juta Rayakan HUT ke-130 BRI
- 7 Mobil Bekas Keluarga 3 Baris Rp50 Jutaan Paling Dicari, Terbaik Sepanjang Masa
- JK Kritik Keras Hilirisasi Nikel: Keuntungan Dibawa Keluar, Lingkungan Rusak!
- 5 Sepatu Running Lokal Selevel Asics Original, Kualitas Juara Harga Aman di Dompet
- 7 HP Samsung Seri A Turun Harga hingga Rp 1 Jutaan, Mana yang Paling Worth It?
Pilihan
-
Jadwal dan Link Streaming Nonton Rizky Ridho Bakal Raih Puskas Award 2025 Malam Ini
-
5 HP RAM 6 GB Paling Murah untuk Multitasking Lancar bagi Pengguna Umum
-
Viral Atlet Indonesia Lagi Hamil 4 Bulan Tetap Bertanding di SEA Games 2025, Eh Dapat Emas
-
6 HP Snapdragon RAM 8 GB Termurah: Terbaik untuk Daily Driver Gaming dan Multitasking
-
Analisis: Taktik Jitu Andoni Iraola Obrak Abrik Jantung Pertahanan Manchester United
Terkini
-
Peradilan Militer Dinilai Tidak Adil, Keluarga Korban Kekerasan Anggota TNI Gugat UU ke MK
-
Ria Ricis dan Selebriti Pandu Shopee Live Superstar, Jumlah Produk Terjual Naik Hingga 16 Kali
-
5 Kali Sufmi Dasco Pasang Badan Bela Rakyat Kecil di Tahun 2025
-
Kelola Sendiri Sampah MBG, SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor Klaim Untung hingga 1.000 Persen
-
Di Hadapan Kepala Daerah, Prabowo Ingin Kelapa Sawit Jamah Tanah Papua, Apa Alasannya?
-
Komnas Perempuan: Situasi HAM di Papua Bukan Membaik, Justru Makin Memburuk
-
Jaksa Agung: KUHP-KUHAP Baru Akan Ubah Wajah Hukum dari Warisan Kolonial
-
15 WN China Serang TNI di Area Tambang Emas Ketapang: 5 Fakta dan Kondisi Terkini
-
LBH: Operasi Militer di Papua Ilegal dan Terstruktur Sistematis Sejak 1961
-
YLBHI: Kekuasan Polri di Ranah Sipil Mirip ABRI Zaman Orde Baru