Suara.com - Istilah Satyam Eva Jayate kembali muncul dalam pidato yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri di hadapan ribuan kader PDIP pada HUT PDIP.
Ucapannya itu membuat orang penasaran apa sebenarnya arti istilah tersebut.
Adapun arti satyam eva jayate adalah 'Hanya Kebenaran yang Berjaya'.
Satyam Eva Jayate sendiri berasal dari bahasa Sansekerta.
Istilah ini dikenal menjadi mantra di masa India kuno yang disebut Mundaka Upanishad. Setelah India merdeka, Satyam eva Jayate dianggap sebagai semboyan India dan dicantumkan dalam salah satu mata uang India. Kata ini juga terdapat di pangkal lambang nasional India.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa semboyan ini melambangkan sejarah perjalanan PDIP yang kerap diterpa berbagai tantangan. Menurutnya, satyam eva jayate telah lama menjadi panutan bagi PDIP.
“Ini bukan hal baru karena ketika kantor partai ini (Kantor DPP PDIP Menteng) berdiri, itu sudah kita tuliskan,” kata Hasto.
Aksara Devangar
Transliterasi
Baca Juga: Momen Lucu! Megawati Tanya Kader Soal Calon Ketum Pengganti Dirinya
Satyameva jayate nnta Satyena panth vitato devayna Yenkramantyayo hyptakm Yatra tat satyasya parama nidhnam
Terjemahan Bahasa Indonesia
Hanya kebenaran yang berjaya; bukan kepalsuan.
Melalui jalan kebenaran Ilahi Orang bijak yang benar-benar keinginannya terpenuhi Yang bisa mencapai harta tertinggi di mana kebenaran berada
Demikian ulasan tentang arti Satyam eva jayate.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan