Suara.com - Isu pergantian Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghangat jelang kongres partai yang bakal digelar April mendatang.
Partai berlambang banteng moncong putih itu dinilai sudah saatnya melakukan regenerasi kepemimpinan.
Analis Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai bahwa PDIP kekinian memiliki kondisi yang tidak baik-baik saja.
Terlebih usai Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditetapkan sebagai tersangka dan salah dalam melahirkan Joko Widodo sebagai presiden.
Jamiluddin mengungkapkan bahwa ada dua hal yang harus dilakukan PDIP di 2025 ini.
Pertama, PDIP harus menyiapkan benteng pertahanan yang kokoh agar dapat bertahan dari serangan eksternal.
"Upaya melemahkan PDIP harus dapat ditangkal agar PDIP tetap eksis," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Sabtu (11/1/2025).
Ia mengatakan, PDIP seharusnya mampu melakukan konsolidasi di internal.
Setidaknya struktur partai mulai dari DPP, DPD, DPC, DPAC, hingga ranting harus solid dan satu komando.
Baca Juga: Tak Nongol Langsung saat HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai, Keberadaan Bambang Pacul Terungkap
"Hanya dengan cara demikian, gangguan dari eksternal dapat di tangkal. Sebab, eksternal tidak akan bisa masuk bila struktur internal PDIP solid," katanya.
Pengalaman Demokrat
Jamiluddin merujuk pada pengalaman Partai Demokrat yang mengalami hal serupa. Ketika ada gangguan dari luar partainya.
"Upaya mengambil alih Partai Demokrat dapat digagalkan karena struktur partai solid dan satu komando," sambungnya.
Kemudian yang kedua, PDIP perlu segera melakukan regenerasi. Langkah tersebut setidaknya perlu dilakukan saat PDIP Kongres pada tahun ini.
"Dalam regenerasi kepemimpinan, sebaiknya menggabungkan trah Soekarno dan non trah Soekarno," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor
-
KPK Bongkar Skema Pemerasan Caperdes Pati, Bupati Sudewo Ditaksir Bisa Kantongi Rp50 Miliar
-
Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh
-
Soal Sengketa Tanah Jimbaran, Ombudsman RI Sebut BPN Bali Patuhi Rekomendasi
-
Hasto Kristiyanto: Satyam Eva Jayate Adalah Benteng Moral PDIP Tegakkan Kebenaran