Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan momen penjual balon di sebuah pantai menjual dagangannya dengan cara tak biasa menjadi sorotan publik hingga viral di media sosial.
Dalam video viral tersebut, penjual balon yang tampak mengenakan celana pendek putih dan kaos hitam tampak berjalan di pesisir pantai. Ia juga tampak memakai topi dan menggendong tas ransel.
Penjual balon dalam video viral tersebut tampak berjalan dengan memagangi benang yang terhubung dengan barang dagangan yang ia jual ke pengunjung pantai.
Namun, cara berdagang penjual balon itu tampak tak seperti pedagang pada umumnya. Biasanya, penjual balon mengumpulkan dagangannya menjadi satu dan menggengam tali yang terkait dengan balon yang dijual.
Penjual balon dalam video ini malah tampak menyambungkan satu balon dengan balon lainnya hingga membentang panjang sekira 20 meter ke atas langit. Ia kemudian tampak berjalan santai dengan memegang benang yang tersambung dengan kayu yang diduga untuk menahan balon-balon tersebut agar tidak terbang.
Melihat unggahan tersebut, banyak warganet yang mengomentari video cara berjualan penjual balon yang tak biasa itu. Ada yang tak menyangka balon tersebut dipasarkan dengan menerbangkannya sepanjang sekira 20 meter, namun ada juga yang siap membayar mahal untuk membeli balon yang ada di posisi paling atas.
"syarat beli : gaboleh milih (emoji telunjuk) (emoji patung)," tulis panggil_aja_vann mengomentari unggahan tersebut.
"ga milih:harga biasa milih:nambah 5k," kata @maddn93 ikut mengomentari unggahan tersebut. "kalo gw sih milih yang paling atas walaupun nambah 5 k (emoji senyum) (emoji patung)," ungkap netizen lain.
"1 bang paling atas.warna ungu," timpal @auraa "truss itu gimana bejir kalo ada yang mau tapi paling ujung," tulis @awa.
Baca Juga: Viral Lolly Sebut Nikita Mirzani Durhaka, Bagaimana Pandangan Ulama Buya Yahya?
"takut yang jual terbangg" komentar @valorra menambahkan. "Ga nyangka sepanjang itu (emoji nangis)," pungkas @jefriandi
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Viral Lolly Sebut Nikita Mirzani Durhaka, Bagaimana Pandangan Ulama Buya Yahya?
-
Viral Momen Shin Tae-yong Asyik Main Golf usai Dipecat PSSI, Netizen: Lagi Santai Kawan!
-
Viral Arogan! Patwal Mobil RI 36 Ditegur Seskab dan Polda Metro Jaya
-
Apa Itu Koin Jagat? Lagi Viral Banget di Media Sosial dan Diburu Anak Muda
-
Viral Video Shin Tae-yong Diduga Main Golf di Jakarta, Kira-Kira Berapa Ya Budget-nya?
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi