Suara.com - Jumlah korban kebakaran di Turki mengalami peningkatan menjadi 76 orang, Rabu (21/1/2025) waktu setempat.
Menurut Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya, kebakaran tersebut terjadi tepatnya di resor ski Kartalkaya di Provinsi Bolu, Turki.
Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan pada Selasa dini hari. Sejumlah tamu berusaha menyelamatkan diri dengan membuat bundelan dari seprai agar dapat keluar.
Sebelumnya pada hari yang sama, Yerlikaya mengatakan kebakaran telah menewaskan 66 orang. "Akibat kebakaran di resor Kartalkaya, 76 orang meninggal," katanya kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa sembilan orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan, termasuk pemilik resor.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mehmet Nuri Ersoy, yang tiba di lokasi kejadian, mengatakan hotel tersebut telah diperiksa pada 2021-2024 dan mengantongi sertifikat kepatuhan terhadap standar keselamatan kebakaran.
Menurut Mehmet Nuri Ersoy, tidak ada kekurangan dalam bidang keselamatan terhadap peristiwa kebakaran yang ditemukan di hotel tersebut pada saat itu. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial