Suara.com - Kue keranjang jadi ciri khas perayaan imlek, tak terkecuali di Indonesia. Saking khasnya, rasanya tidak afdol dalam perayaan imlek jika tidak ada kue keranjang.
Tapi satu hal yang paling banyak membuat orang penasaran adalah, kewatean kue keranjang. Kue ini bisa bertahan lama asal dengan penyimpanan yang benar.
Cara menyimpan kue keranjang agar tahan lama perlu diketahui, agar kue tidak alot dan tidak keras saat digigit. Bila tidak disimpan dengan cara yang benar, kue keranjang bisa-bisa tidak enak lagi dikonsumsi. Jadi, langkah penyimpanan yang benar wajib kamu pahami.
Tak Perlu Masuk Kulkas
Agar tahan lama, kue keranjang perlu disimpan dengan baik. Yang pertama adalah dengan menyimpannya di dalam suhu ruangan. Hal ini akan membantu kue keranjang untuk tetap kenyal dan tentunya awet.
Kue Keranjang tidak perlu dimasukkan ke dalam kulkas, karena bisa membuat teksturnya menjadi lebih keras. Bila kamu menyimpan Kue Keranjang pada suhu ruangan, maka kue tersebut biasanya akan bertahan selama tiga hari.
Jangan Disimpan di Wadah Tertutup
Menyimpannya di tempat tertutup merupakan tindakan yang salah. Hal ini karena kue bisa berjamur. Jadi, cara menyimpan Kue Keranjang agar tahan lama adalah dengan tidak menyimpannya apda wadah tertutup dan membiatkannya pada kemasan aslinya saja.
Buang yang Berjamur
Baca Juga: Hujan Imlek: Mitos Keberuntungan atau Cuma Kebetulan Musim?
Selain itu anda bisa membuang bagian yang berjamur. Hal ini dilakukan agar bagian yang berjamur tersebut menyebar ke bagian lainnya.
Namun, hal ini hanya bila kue keranjang masih berusia kurang dari satu minggu. Kamu bisa segera memotong bagian yang berjamur. Namun, disarankan untuk tidak menyimpannya begitu lama.
Kukus
Mengukusnya lagi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kekenyalan Kue Keranjang, sehingga kembali enak disantap. Kamu hanya perlu mengukus Kue Keranjang selama beberapa menit saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?