Suara.com - Saat ini kasus kecelakaan pesawat atau insiden tabrakan di udara antara dua pesawat di Washington, Amerika Serikat (AS) tengah dilakukan penyelidikan.
Penyidik dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengatakan, pihaknya menemukan adanya perbedaan data ketinggian di antara kedua pesawat kecelakaan tersebut.
Kecelakaan itu, yang melibatkan pesawat American Airlines dan helikopter militer Black Hawk pada 29 Januari lalu, menewaskan 67 penumpang.
Data rekaman menunjukkan pesawat penumpang itu terbang pada ketinggian sekitar 325 kaki (99 meter) ketika tabrakan terjadi.
Sementara itu, data radar dari menara kendali menunjukkan helikopter terbang pada ketinggian 200 kaki (61 meter) atau ketinggian maksimal yang diizinkan pada jalur tersebut.
Perbedaan 100 kaki tersebut masih belum bisa dijelaskan dan menjadi fokus utama penyelidikan.
Para pejabat tengah berupaya menyelaraskan data yang saling bertentangan itu dan mengambil data dari kotak hitam helikopter.
"Itulah tugas kami, untuk mencari tahu," kata Todd Inman, anggota dewan NTSB, dalam konferensi pers pada Sabtu.
Para penyelidik juga sedang memeriksa apakah helikopter itu menyimpang dari jalurnya dan apakah kesalahan operasional menjadi penyebab tabrakan itu. [Antara].
Baca Juga: Gempur Persembunyian ISIS di Pegunungan Somalia, AS Klaim Sukses Besar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat