Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akan menjadi pembicara dalam acara retret kepala daerah yang digelar di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025).
Acara ini menjadi sorotan karena Gibran sebelumnya tidak tercantum dalam jadwal awal.
Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Aria, Gibran dijadwalkan mengisi materi pada pukul 10.00 pagi. Meski begitu, sesi tersebut tidak akan berlangsung lama.
"Tidak lama, mungkin sampai pukul 11.00 atau 11.30," ujar Bima.
Materi yang disampaikan Gibran akan fokus pada konsolidasi pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan Asta Cita, sebuah program prioritas nasional.
Hal ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai tujuan pembangunan.
Dinamika PDIP di Retret Kepala Daerah
Retret ini juga diwarnai dinamika internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebelumnya, sejumlah kepala daerah dari PDIP sempat menunda kedatangan mereka ke Magelang atas instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Juru Bicara PDIP, Ahmad Basarah, menjelaskan bahwa Megawati telah menunjuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai koordinator PDIP selama acara retret.
Baca Juga: Megawati Instruksikan Kepala Daerah PDI Perjuangan yang Belum ke Magelang Ikut Retret Angkatan Kedua
"Ketua PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri telah menugaskan secara khusus Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai koordinator para kepala daerah dalam mengikuti kegiatan retret," kata Basarah saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (25/2/2025) malam.
Pramono Anung diberi wewenang untuk membaca dinamika lapangan dan mengambil keputusan yang diperlukan. Setiap langkah yang diambilnya juga harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Megawati.
"Penyesuaian-penyesuaian itu akan dilakukan oleh Mas Pramono Anung. Kami harapkan seluruh kepala daerah mengikuti arahan yang diberikan karena dalam memberikan arahan, Mas Pram selalu berkoordinasi dengan Ibu Ketua Umum PDIP dan DPP PDIP," tambah Basarah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT