Suara.com - Pemerintah mulai bahas pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) untuk percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia. Program intervensi stunting berbasis data itu dimulai dengan audiensi antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
Sekretaris Kemendukbangga, Budi Setiyono menyampaikan kalau pemerintah memang rutin lakukan verifikasi data keluarga Indonesia untuk mendeteksi stunting. Namun, verifikasi data tahun ini diperkirakan berkurang imbas dari efisiensi anggaran.
“Setiap tahun dilakukan verifikasi dan validasi kurang lebih 20 persen dari keseluruhan data. Tahun ini jumlah pemutakhirannya lebih sedikit karena efisiensi," kata Budi dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/3/2025).
Tahun 2024, pemerintah mengumpulkan data 72 juta dari 84 juta keluarga.
Budi menyampaikan kalau data tersebut berbasis rumah tangga yang cukup komprehensif, sehingga tidak hanya numerik.
Sementara itu, untuk pelaksanaan 2025, pemutakhiran PK menyasar 2-3 juta keluarga, direncanakan dilakukan pada Juli. Pemilihan sample dilakukan verval Kemendukbangga/BKKBN berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun yang menjadi prioritas adalah data keluarga yang sudah lama belum diperbarui sejak 2021.
Sesuai UU 52 Tahun 2009 diatur bahwa Kemendukbangga/BKKBN harus melakukan Pendataan Keluarga (PK) yang dilakukan setiap 5 tahun sekali serta pemutakhiran data setiap tahun.
Kemudian, tindak lanjut dari audiensi akan dilaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemenko PMK dengan Kemendukbangga terkait percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Berita Terkait
-
Sebut Menhut Raja Juli 'Mumpungisme' Rekrut Kader PSI, Rocky Gerung: Indonesia Makin Gelap, Efisiensi Cuma Omon-omon
-
Ngotot Minta Dibebaskan, Eksepsi Tom Lembong: Dakwaan Jaksa Bisa Disebut Kriminalisasi Hukum!
-
Menhut Raja Juli Antoni Pasang Badan soal Banyak Kader PSI Isi Struktur FOLU Net Sink 2030, Apa Katanya?
-
Kasus Impor Gula Rugikan Negara Rp515,4 Miliar, Dakwaan Jaksa: Tom Lembong Tak Memperkaya Diri Sendiri
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT
-
KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat
-
Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah
-
Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim
-
KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Anggota Tim Suksesnya Jadi Tersangka Usai OTT
-
Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat
-
Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik