"Manakala nanti tarikan arus one way lokal masih kurang, namun demikian parameter-parameter itu rencana mungkin besok apabila ada bangkitan arus parameter di KM 71 sudah 6.300," ungkap dia.
Sementara one way nanti, kata Agus, kendaraan yang dari Tol TransJawa ke arah Jakarta nantinya akan dialihkan ke jalur arteri.
"(Kendaraan dari Jawa) jadi kita alihkan ke arteri, jadi sudah disosialisasikan, kita sudah koordinasi," katanya.
Kenaikan Volume Kendaraan
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2025 Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan bahwa saat ini telah terjadi peningkatan arus kendaraan.
Tercatat, berdasarkan data yang diterima oleh pihaknya, arus kendaraan yang keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek mencapai 79.045 kendaraan pada Rabu (26/3/2025) kemarin.
Sementara, kendaraan yang masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama sebanyak 25.039
“Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Cikupa arah merak sebanyak 47.357 kendaraan sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Cikupa sebanyak 45.434 kendaraan,” ujar Jansen.
Kemudian, volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Ciawi arah Bogor sebanyak 33.224 kendaraan sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Ciawi sebanyak 29.977 kendaraan.
Baca Juga: Hingga Jumat Pagi, Sudah 60 Persen dari 2,1 Juta Kendaraan Pemudik Tinggalkan Jakarta
"Arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama arah Bandung sebanyak 33.300 kendaraan sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui gerbang Tol Kalihurip Utama sebanyak 26.600 kendaraan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?