Suara.com - Sepasang suami istri asal Dallas, Oregon, Amerika Serikat (AS) bernama Barbara dan Rick Wilson baru-baru ini menceritakan pengalaman tak menyenangkan saat berlibur di Paris, Prancis.
Adapun, pengalaman tersebut berkaitan dengan kewarganegaraannya yakni AS yang kini tengah menjadi sorotan karena sang Presiden, Donald Trump memberlakukan system tarif untuk perdagangan global, termasuk Prancis.
Menurut Rick yang berusia 74 tahun ini, pengalaman tak terduga itu ia alami karena sangat muak dan merasa malu atas ulah Presiden Trump yang memberlakukan tarif.
Bahkan, sebelum meninggalkan hotelnya, Rick mengambil selotip hitam dan menutupi bendera Amerika Serikat di sudut topi bisbolnya.
"Kami muak dengan hal ini. Mengerikan. Benar-benar mengerikan," kata Rick, saat ia dan istrinya merenungkan rasa malu dan canggung yang tiba-tiba mereka rasakan, sebagai warga Amerika yang sedang berlibur di negara lain.
Bahkan, sang istri Barbara (70) mempunyai pin kerah Kanada di sakunya (hadiah dari turis lain) yang menurutnya mungkin berguna untuk menutupi kewarganegaraannya.
"Saya kecewa dengan negara kami. Kami kesal dengan tarif," jelas Barbara, dikutip dari BBC, Sabtu (12/04/2025).
Di sisi lain, pasangan Amerika lainnya juga berusaha untuk tidak terlalu mencolok saat berada di luar Museum Louvre.
Chris Epps, 56 tahun, seorang pengacara dari New York, telah memutuskan untuk mengenakan pakaian yang sedikit berbeda pada tur hari ini.
Baca Juga: Akali Tarif Trump, Apple Kirim 600 Ton iPhone dari India-China ke AS Hanya Dalam 3 Hari
"Tidak ada topi New York Yankees. Saya meninggalkannya di hotel. Orang-orang mungkin mendatangi kami, memperlakukan kami secara berbeda. Namun sejauh ini, semuanya baik-baik saja," ungkap Chris.
Dalam laporan BBC, pada dasarnya tidak ada indikasi bahwa warga Amerika kurang diterima di Paris dibandingkan sebelumnya.
Namun, kemarahan yang ditimbulkan di Eropa akibat tarif Trump ini menambah panas hubungan Eropa dan AS dalam hubungan internasional.
Bahkan, sudah ada beberapa dampak nyata pada perjalanan, pariwisata, akademis, dan bidang lainnya.
Seperti pesanan untuk buku-buku tentang AS telah turun hingga 25% sepanjang tahun ini di Paris.
"Ini penurunan yang besar," kata Philippe Gloaguen, pendiri buku panduan perjalanan paling bergengsi di Prancis, Le Guide du Routard.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran