News / Metropolitan
Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB
Suasana terminal kampung rambutan H-5 Lebaran 2026. (Suara.com/Adiyoga Priyambodo)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi Terminal Kampung Rambutan pasca-genangan air pada Sabtu, 22 Maret 2026.
  • Revitalisasi jangka menengah dan panjang akan menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk efisiensi mobilitas.
  • Sebagai mitigasi awal, petugas membersihkan saluran air bersama Dinas SDA untuk mencegah ancaman banjir susulan.

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta merancang rencana besar untuk merevitalisasi Terminal Kampung Rambutan menyusul peristiwa genangan air yang melanda kawasan tersebut pada Sabtu (22/3/2026).

"Untuk jangka menengah dan panjang, kami akan lakukan revitalisasi Terminal Kampung Rambutan. Ini masih dibahas untuk antisipasi terjadinya genangan serupa," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Selasa (24/3/2026).

Langkah pembenahan ini dianggap krusial lantaran infrastruktur terminal belum mengalami penyesuaian signifikan sejak pertama kali dibangun pada era 1990-an.

Kondisi terminal saat ini dinilai perlu segera bersolek guna mengimbangi pesatnya perkembangan moda transportasi modern di sekitarnya.

Lebih lanjut, Syafrin menjelaskan bahwa kawasan terminal tersebut nantinya akan dikembangkan dengan mengusung prinsip Transit Oriented Development (TOD).

Melalui konsep TOD, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih efisien karena adanya integrasi antara transportasi umum dengan kawasan hunian maupun komersial.

Saat ini, Terminal Kampung Rambutan sendiri sudah terhubung dengan berbagai layanan transportasi publik seperti LRT Jabodebek hingga bus Transjakarta.

Sebagai langkah darurat sebelum revitalisasi besar dilakukan, petugas telah mulai membersihkan seluruh saluran air guna mencegah sumbatan yang memicu banjir.

"Kami pastikan agar tidak ada sumbatan," kata Syafrin.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran Semakin Padat di Terminal Kampung Rambutan

Dishub juga menggandeng Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk memitigasi potensi luapan sungai yang kerap mengancam area terminal.

Namun, pelaksanaan proyek revitalisasi secara menyeluruh ini masih harus menyesuaikan dengan kondisi kemampuan anggaran atau kapasitas fiskal pemerintah daerah.

"Jadi masih dalam tahap rencana," ucap Syafrin.

Sebelumnya, hujan deras pada Sabtu malam mengakibatkan genangan air meluas hingga ke area bus AKAP dan merendam kantor pengelola terminal.

Beruntung, hal itu tidak sampai mengganggu operasional Terminal Kampung Rambutan yang sedang padat-padatnya dengan aktivitas para pemudik.

Load More