- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan kebijakan pembelajaran daring harus persiapan matang karena pengalaman buruk pandemi.
- Ia menekankan sinkronisasi kebijakan antarkementerian dan daerah penting agar hak belajar siswa terjamin.
- Pemerintah membahas opsi daring untuk penghematan energi, namun kualitas pendidikan dan infrastruktur tetap jadi prioritas.
Suara.com - Wacana pembelajaran daring kembali mencuat di tengah rencana pemerintah menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dijalankan tanpa persiapan matang, mengingat pengalaman buruk saat pandemi Covid-19.
Lestari menegaskan, opsi pembelajaran dalam jaringan (daring) harus dirancang secara komprehensif agar tidak mengorbankan kualitas pendidikan siswa.
"Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, menyinkronkan kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah harus dilakukan untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya dalam penerapan kebijakan pembelajaran secara daring itu," ucap Lestari dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Ia menilai, rencana penghematan BBM melalui perubahan metode belajar harus dipahami betul oleh pelaksana di lapangan, mulai dari sekolah hingga pemerintah daerah.
Pengalaman pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi, kata dia, seharusnya menjadi evaluasi serius. Saat itu, berbagai persoalan muncul, mulai dari kesiapan guru yang terbatas hingga beban tambahan bagi orang tua.
"Jangan sampai kesalahan yang sama berulang sehingga penting untuk dipersiapkan secara matang,” ucap Lestari.
Selain kesiapan sumber daya manusia, ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur digital. Pemerintah sebelumnya telah menyalurkan perangkat seperti papan interaktif digital, laptop, hingga diska keras eksternal ke ratusan ribu satuan pendidikan.
Namun, menurutnya, distribusi perangkat saja tidak cukup tanpa diiringi kemampuan tenaga pengajar dalam mengoperasikannya.
Di sisi lain, Lestari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat agar kebijakan pembelajaran jarak jauh bisa berjalan efektif.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?
"Keberlanjutan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi setiap anak bangsa sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan," demikian Lestari.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebut pemerintah tengah menyusun strategi penghematan energi di sektor publik sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu opsi yang dibahas adalah penyesuaian metode pembelajaran, termasuk kombinasi daring dan luring di berbagai jenjang pendidikan.
Namun, Pratikno menegaskan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas. Untuk kegiatan tertentu seperti praktikum, pembelajaran tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka.
Dengan demikian, wacana sekolah daring saat ini masih berada pada tahap pembahasan dan belum menjadi kebijakan final, di tengah penegasan pemerintah sebelumnya yang tetap memprioritaskan pembelajaran tatap muka demi mencegah learning loss.
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?
-
Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan
-
Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Pertimbangkan ASN WFA dan Sekolah Daring
-
Hapus Budaya Seremonial dan Pangkas Perjalanan Dinas, Prabowo Klaim Hemat Rp 280 T dalam 3 Bulan
-
Geram MBG Disebut Pemborosan, Prabowo: Ini Hasil Efisiensi, kalau Tak Dihemat Akan Dikorupsi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan