- Dokter aborsi kontroversial Kermit Gosnell meninggal dunia pada usia 85 tahun saat menjalani hukuman penjara seumur hidup.
- Gosnell divonis tahun 2013 atas pembunuhan tiga bayi lahir hidup dan kematian satu pasien di Philadelphia.
- Klinik Gosnell, disebut "rumah horor," memicu pengetatan regulasi aborsi akibat pengawasan otoritas yang lemah.
Suara.com - Dokter aborsi kontroversial asal Philadelphia, Kermit Gosnell, dilaporkan meninggal dunia pada usia 85 tahun.
Gosnell mengembuskan napas terakhir pada 1 Maret di rumah sakit di luar sistem penjara, saat masih menjalani hukuman penjara seumur hidup.
Menurut pernyataan Departemen Pemasyarakatan Pennsylvania, penyebab kematian belum diungkap.
Gosnell sebelumnya ditahan di State Correctional Institution-Smithfield, sekitar 60 mil dari Pittsburgh.
Gosnell divonis pada 2013 atas pembunuhan tiga bayi yang lahir hidup dalam praktik aborsi ilegal di kliniknya di Philadelphia.
Gosnell juga dinyatakan bersalah atas kematian seorang pasien akibat overdosis obat.
Kasus ini menjadi sorotan nasional dan memicu perdebatan sengit di Amerika Serikat terkait praktik aborsi.
Skandal tersebut bahkan disebut sebagai salah satu titik panas dalam diskursus hukum sebelum putusan Roe v. Wade dibatalkan.
Dalam persidangan, mantan karyawan mengungkap praktik ilegal yang dilakukan Gosnell.
Baca Juga: Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS
“Ia melakukan aborsi melewati batas legal dan menangani bayi yang masih menunjukkan tanda kehidupan,” demikian kesaksian yang terungkap di pengadilan.
Klinik milik Gosnell di West Philadelphia juga dijuluki “rumah horor” setelah penyelidikan pada 2010.
Aparat menemukan kondisi tidak layak, termasuk peralatan medis kotor dan penyimpanan jaringan tubuh secara tidak semestinya.
Skandal ini turut mengungkap lemahnya pengawasan otoritas setempat.
Selama 15 tahun, inspeksi rutin terhadap klinik aborsi di wilayah tersebut dilaporkan tidak dilakukan secara memadai.
Dampaknya, dua pejabat kesehatan negara bagian dicopot dari jabatannya dan pemerintah Pennsylvania memperketat regulasi terhadap klinik aborsi.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS
-
Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?
-
Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi
-
Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan