News / Internasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB
Dokter aborsi kontroversial asal Philadelphia, Kermit Gosnell, dilaporkan meninggal dunia pada usia 85 tahun. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Dokter aborsi kontroversial Kermit Gosnell meninggal dunia pada usia 85 tahun saat menjalani hukuman penjara seumur hidup.
  • Gosnell divonis tahun 2013 atas pembunuhan tiga bayi lahir hidup dan kematian satu pasien di Philadelphia.
  • Klinik Gosnell, disebut "rumah horor," memicu pengetatan regulasi aborsi akibat pengawasan otoritas yang lemah.

Suara.com - Dokter aborsi kontroversial asal Philadelphia, Kermit Gosnell, dilaporkan meninggal dunia pada usia 85 tahun.

Gosnell mengembuskan napas terakhir pada 1 Maret di rumah sakit di luar sistem penjara, saat masih menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Menurut pernyataan Departemen Pemasyarakatan Pennsylvania, penyebab kematian belum diungkap.

Gosnell sebelumnya ditahan di State Correctional Institution-Smithfield, sekitar 60 mil dari Pittsburgh.

Gosnell divonis pada 2013 atas pembunuhan tiga bayi yang lahir hidup dalam praktik aborsi ilegal di kliniknya di Philadelphia.

Gosnell juga dinyatakan bersalah atas kematian seorang pasien akibat overdosis obat.

Kasus ini menjadi sorotan nasional dan memicu perdebatan sengit di Amerika Serikat terkait praktik aborsi.

Skandal tersebut bahkan disebut sebagai salah satu titik panas dalam diskursus hukum sebelum putusan Roe v. Wade dibatalkan.

Dalam persidangan, mantan karyawan mengungkap praktik ilegal yang dilakukan Gosnell.

Baca Juga: Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS

“Ia melakukan aborsi melewati batas legal dan menangani bayi yang masih menunjukkan tanda kehidupan,” demikian kesaksian yang terungkap di pengadilan.

Klinik milik Gosnell di West Philadelphia juga dijuluki “rumah horor” setelah penyelidikan pada 2010.

Aparat menemukan kondisi tidak layak, termasuk peralatan medis kotor dan penyimpanan jaringan tubuh secara tidak semestinya.

Skandal ini turut mengungkap lemahnya pengawasan otoritas setempat.

Selama 15 tahun, inspeksi rutin terhadap klinik aborsi di wilayah tersebut dilaporkan tidak dilakukan secara memadai.

Dampaknya, dua pejabat kesehatan negara bagian dicopot dari jabatannya dan pemerintah Pennsylvania memperketat regulasi terhadap klinik aborsi.

Load More