“Kami mendapat panggilan telepon langsung untuk memindahkan beberapa sekretaris dalam pemilihan pendahuluan Likud yang tidak disukainya [Sara],” ungkapnya.
Pengaruh ini, menurut Liberman, sangat terasa dalam perilaku Netanyahu.
“Netanyahu sangat memperhatikan Sara. Ketika saya mendengarnya berteriak di telepon, saya tahu Sara berdiri di sampingnya,” tambah mantan menteri itu.
Akibat Diselingkuhi Benjamin
Dari mana kekuatan sebesar ini berasal?
Banyak yang menunjuk pada satu momen kelam di tahun 1993, ketika Benjamin Netanyahu secara publik mengakui perselingkuhannya.
Beredar rumor kuat tentang sebuah "perjanjian rahasia" yang dibuat setelah insiden itu.
Diduga, isi perjanjian rahasia itu ialah Benjamin memberikan Sara hak veto atas keputusan-keputusan suaminya, termasuk penunjukan pejabat keamanan senior, sebagai ganti atas kesetiaannya.
Meskipun Liberman mengaku tidak mengetahui detail perjanjian itu, ia mengonfirmasi bahwa intervensi Sara sudah ada bahkan sebelum skandal perselingkuhan terjadi.
Baca Juga: Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel, Ustaz Felix Siauw Ungkap Fakta Mengejutkan
Namun, insiden "rekaman panas" itu diyakini telah mengukuhkan posisinya, memberinya senjata ampuh untuk mengendalikan karier politik suaminya.
Dari Dapur Istana Hingga Kabinet Perang
Kontrol Sara tidak berhenti di urusan personal atau penunjukan staf. Ia dituding terlibat langsung dalam kebijakan perang.
Baru-baru ini, Sara dilaporkan mengkritik keras Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), dengan dalih sang jenderal "memprioritaskan pengembalian sandera daripada mengalahkan Hamas."
Berita dari Channel 12 melaporkan bahwa Sara menentang keras penunjukan Kepala Staf saat ini.
Dia juga secara aktif melobi kandidat lain yang lebih sesuai dengan pandangan garis kerasnya.
Ini adalah bukti paling mengerikan bagaimana preferensi personalnya bisa membentuk strategi militer sebuah negara nuklir.
Paranoia "Deep State" dan Rentetan Skandal
Seperti halnya politisi populis lainnya, ketika terpojok oleh skandal—seperti kasus penyalahgunaan dana negara untuk memesan makanan mewah senilai hampir USD100.000—Sara dan keluarganya mengadopsi narasi konspirasi.
Ia berulang kali menuding adanya "negara gelap" atau "deep state" di Israel yang berkomplot untuk menjatuhkan suaminya, sebuah retorika yang ia samakan dengan nasib Donald Trump di AS.
"Orang-orang ini menyalahgunakan sistem peradilan untuk mencoba menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis," klaimnya, seraya menuduh "elit sayap kiri radikal" sebagai dalangnya.
Dengan jejak intervensi yang panjang, dari memveto duta besar PBB hingga membentuk kabinet perang, serta riwayat skandal dan retorika konspirasi, sosok Sara Netanyahu muncul sebagai salah satu figur paling berpengaruh sekaligus berbahaya di Israel.
Ia bukan lagi sekadar istri perdana menteri; ia adalah pemain sentral dalam drama politik rezim Zionis yang penuh intrik dan pertumpahan darah.
Berita Terkait
-
Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel, Ustaz Felix Siauw Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Ustaz Felix Siauw Ungkap Amerika Sumber Kekuatan Israel, Hentikan Dukungan Maka Konflik Selesai!
-
Netanyahu Sebut Keluarganya Pahlawan Gegara Tunda Pesta Nikah, Rakyat Israel Murka
-
Israel Serang Rumah Sakit di Iran, 2 Tenaga Medis dan Seorang Anak Tewas
-
Serangan Iran Bikin Liga Israel Ambruk: Pemain Frustasi Musim 2025/2026 Terancam Batal
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan