Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) kembali menggelar Central Java Renewable Energy Investment Forum 2025 di Semarang, Rabu (26/6).
Forum tahunan yang telah berlangsung sejak 2022 ini menjadi wadah pertemuan pemangku kepentingan, pelaku industri, dan investor untuk mempercepat transisi energi sekaligus menarik investasi hijau ke Jawa Tengah.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sujarwanto Dwiatmoko, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi investasi energi terbarukan melalui forum-forum strategis.
“Kami mendorong transisi energi yang adil, berbasis kearifan lokal, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Program Desa Mandiri Energi menjadi bentuk apresiasi terhadap desa yang mengembangkan potensi energi baru terbarukan,” ujar Sujarwanto.
Provinsi Strategis dengan Potensi Energi Surya 194 GW
Jawa Tengah dinilai memiliki modal kuat untuk bertransformasi menjadi pusat industri hijau nasional. Selain letak geografis yang strategis di jalur utama perekonomian nasional dan didukung infrastruktur seperti pelabuhan dan tol, Jawa Tengah juga memiliki daya saing ekonomi yang kompetitif. Pada 2023, sektor manufaktur menyumbang 34,03% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa potensi energi surya di Jawa Tengah mencapai 194 GW, dengan potensi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang layak secara finansial mencapai 13,5 GW. Lokasinya tersebar di 12 wilayah, termasuk Wonogiri, Semarang, Brebes, dan Banjarnegara.
Namun, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 baru menargetkan pengembangan PLTS sebesar 3,8 GW.
Realisasi Investasi Capai Rp88 Triliun
Baca Juga: Update SPMB Jawa Tengah 2025: Cek Syarat untuk Murid Khusus dan Dokumen Resmi
Selama periode 2020–2024, Jawa Tengah mencatatkan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), termasuk sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK), sebesar Rp88,44 triliun. Negara-negara seperti Singapura, Jepang, dan Tiongkok tercatat sebagai investor utama.
Untuk mempercepat capaian bauran energi terbarukan 21,32% pada 2025—yang saat ini baru mencapai 18,58%—IESR dan Pemprov Jateng meluncurkan Book of Prospect yang memuat 16 profil proyek energi terbarukan. Total potensi investasinya mencapai USD8,26 miliar atau setara Rp132 triliun.
Lima Langkah Dorong Jawa Tengah Jadi Sentra Industri Hijau
Dalam forum tersebut, IESR juga memaparkan lima langkah prioritas yang dapat diambil Pemprov Jateng untuk memperkuat posisi sebagai pusat industri hijau:
- Menyusun Peta Jalan Investasi Hijau 2025–2035, mengintegrasikan target energi terbarukan, transformasi industri, dan infrastruktur.
- Membentuk unit khusus investasi hijau, yang memberikan layanan dan insentif untuk investor.
- Membangun Kawasan Industri Hijau di lokasi strategis, mendukung ekonomi sirkular dan teknologi bersih, termasuk untuk UMKM.
- Menggandeng lembaga keuangan untuk menyediakan skema pembiayaan hijau yang inovatif.
- Meningkatkan kapasitas SDM lokal melalui pelatihan keterampilan hijau dan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi.
“Arah investasi global sudah jelas: meninggalkan proyek kotor berbasis fosil dan beralih ke aset-aset hijau yang sesuai prinsip ESG. Asia Pasifik jadi kawasan yang kini dilirik investor,” jelas Fabby.
Dengan potensi teknis energi terbarukan mencapai 201 GW dan dukungan infrastruktur yang memadai, Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk memimpin peralihan energi bersih dan pembangunan ekonomi rendah emisi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan
-
Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah
-
Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI
-
Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak
-
Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing
-
Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras
-
Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga
-
Tak Puas Vonis 10 Tahun! Kejagung Banding dan Persoalkan Tahanan Rumah Nadiem Makarim
-
Divonis 10 Tahun, Kenapa Hakim Andi Saputra Ingin Nadiem Makarim Bebas?
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi