“Minggu depan, kami rencanakan melepas salah satu kawat rahang agar komunikasi verbalnya makin lancar,” tambah Prima.
Ditemukan di Atas Kardus Pasar
Kasus ini menyita perhatian publik setelah terungkap bahwa M ditemukan dalam kondisi terlantar dan penuh luka di lorong Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi, 11 Juni 2025.
Saat itu, petugas Satpol PP yang sedang patroli melihat bocah tertidur di atas kardus dengan luka bacok dan lebam di bagian mata.
Saat ditanya, bocah tersebut mengaku dibacok dan dibakar hidup-hidup oleh ayah kandungnya, yang berinisial YA.
Fakta tragis lainnya, ia hanya diberi makan satu sendok nasi setiap hari oleh sang ayah, sementara ibunya diketahui sudah meninggal dunia.
Pemeriksaan awal dari petugas medis menyebutkan adanya tulang mencuat akibat dugaan kekerasan fisik serius.
Anak ini juga mengalami dehidrasi berat dan luka akibat benda tajam.
Proses hukum terhadap YA kini dalam tahap penyelidikan oleh Subdit Anak Bareskrim Polri.
Baca Juga: Darurat Kekerasan! 13 Ribu Kasus Serang Perempuan dan Anak di 2025, Medsos Biang Kerok?
Sementara itu, perhatian publik dan berbagai institusi negara terus mengalir demi memastikan anak korban bisa bangkit dari luka fisik dan batin yang dideritanya.
“Kami tidak akan berhenti sampai korban mendapatkan hak-haknya sepenuhnya, termasuk rasa aman, kasih sayang, dan perlindungan dari negara,” tegas Menteri Arifah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut