Aktivitas Sosial dan Politik
Di luar diplomasi, Nurmala juga aktif dalam dunia politik dan kegiatan sosial. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Perhimpunan Indonesia Baru pada 2007–2011.
Kemudian ia juga bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Yenny Wahid, yang berkembang menjadi Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) pada 2012.
Tak hanya itu, kiprah sosial Nurmala juga terlihat dari banyaknya organisasi yang ia inisiasi dan pimpin. Ia tercatat sebagai pendiri dan ketua berbagai yayasan seperti Suara Ibu Peduli (gerakan perempuan untuk reformasi), Yayasan Lingkungan Sejahtera (Yasalira), dan Yayasan Rumah Ibu (yang menangani isu kekerasan dalam rumah tangga).
Selain itu, Nurmala juga pernah menjadi Ketua Umum Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), Ketua Yayasan Kebun Binatang Ragunan, dan mantan chief editor di Yayasan Obor Indonesia serta majalah ekonomi-politik Jurnal Ecfin.
Sorotan dan Kritik Publik
Munculnya nama Nurmala sebagai calon dubes untuk Jepang turut memantik perbincangan panas di media sosial, terutama di platform X dengan akun @sevenfeeds.
Sejumlah netizen menyoroti kedekatan keluarganya dengan lingkar kekuasaan, bahkan mengaitkannya dengan praktik nepotisme.
“Kalau punya saudara di lingkar kekuasaan: Langsung 'kandidat kuat'. Semoga diplomasi luar negeri kita bukan ajang balas budi dalam negeri,” tulis seorang pengguna X.
Baca Juga: Tertutup untuk Umum: Komisi I DPR Lanjutkan Uji Kelayakan 12 Calon Dubes
"Ini gimana Nepotisme sangat fulgar sekali, dulu Suharto rezim orba di jatuhkan karna KKN, lah di zaman rezim Jkw neo orba hingga Prabowo, KKN spt udah dilazimkan. Peraturan pengangkatan pejabat udah gak ada etika dan moral lagikah," kata lainnya.
Pengguna lain menyindir, “Sungguh berat beban Pak Luhut. Beliau harus mencarikan pekerjaan untuk anak mantu, ponakan, adik, dan keluarga yang lain di tengah kondisi negara yang sulit mencari pekerjaan.”
Meski begitu, tak sedikit juga yang menilai bahwa rekam jejak dan kapabilitas Nurmala memang mumpuni untuk menduduki posisi strategis tersebut.
Dengan pengalaman panjang di bidang diplomasi, akademik, dan sosial, Nurmala Kartini Sjahrir adalah sosok yang memiliki kapasitas untuk mengisi jabatan sebagai Duta Besar RI untuk Jepang.
Namun, posisinya sebagai bagian dari keluarga besar Luhut Binsar Pandjaitan menjadikan penunjukannya tak luput dari sorotan dan kritik tajam.
Di tengah harapan akan diplomasi yang profesional dan meritokratis, publik kini menanti bagaimana Nurmala akan menjawab tantangan besar di Negeri Sakura, sekaligus membuktikan bahwa rekam jejak bisa berbicara lebih dari sekadar hubungan darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT