Suara.com - Diplomat muda, Arya Daru Pangayunan ternyata memiliki agenda terjadwal yang sudah direncanakan dalam waktu dekat.
Nahas, nasibnya untuk menjalankan tugas ini akhirnya pupus.
Arya Daru Pangayunan meninggal dunia setelah ditemukan lakban yang menutupi wajahnya di indekost kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) pagi.
Kakak ipar Arya Daru Pangayunan, Meta Bagus menerangkan bahwa akhir Juli 2025 ini, almarhum seharusnya ke Finlandia.
"Ya memang ada penugasan ke luar negeri [Finlandia]," kata Bagus, Rabu (9/7/2025).
Arya Daru, lulus dari HI UGM dan diterima di Kementerian Luar Negeri sebagai diplomat muda.
"Kalau seingat saya bertugas di Kemlu itu tahun 2014-2015," katanya.
Arya Daru selama di Kemlu juga kerap ke luar negeri namun masih di sekitar Asia.
"Selama di Kemlu ini pernah di Myanmar, Timor Leste bahkan Argentina dan akhir bulan ini harusnya berangkat ke Finlandia," ujar Bagus.
Baca Juga: Suami Tewas Dilakban, Curhat Pita Suka Duka Jadi Istri Diplomat: Penuh Perjuangan
Sejauh bertugas di kementerian ini, Arya Daru tak pernah sedikit pun mengeluh. Bahkan ia cukup senang dengan pekerjaan yang ia jalani saat ini.
"Senang, kadang saat penempatan dia telepon senang-senang semua, enggak ada yang gimana-mana," terang Bagus.
Kasus kematian Arya Daru Pangayunan masih dalam penyelidikan kepolisian.
Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi belum bisa membeberkan lebih jauh insiden ini.
Namun sejauh pemeriksaan istri korban, Arya Daru sempat berbicara lewat telepon pada malam hari sebelum ditemukan meninggal.
Tidak ada perbincangan yang janggal dan semuanya berjalan normal.
"Istrinya membenarkan sempat komunikasi malam itu dengan suaminya dan komunikasinya itu normal," kata Rezha.
Rezha juga tak menyebutkan adanya tekanan yang dialami korban ketika berbincang dengan istri.
Hal ini masih menjadi misteri bagi aparat hukum yang tengah menyelidiki kasus tersebut.
Ditambah lagi, tempat tinggal Arya Daru tidak ditemukan barang berharga yang hilang.
Di sisi lain dari hasil visum tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban.
Polisi masih terus menyelidiki kasus kematian misterius yang dialami diplomat muda ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari