Suara.com - Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas di dalam kamar kos.
Keluarga korban menyebut bahwa kepala diplomat muda ini dililit lakban seperti mumi.
Pernyataan tersebut disampaikan Iyarman Waruwu, kerabat korban dalam wawancara yang tayang di YouTube KompasTV.
"Informasi yang saya dapat dari penjaga kostan, yang bersangkutan (korban) kepalanya dililit lakban warna kuning dalam posisi telentang, kakinya tertekuk, dan di bawah selimut," kata Iyarman.
"Seluruh kepalanya dililit lakban seperti mumi, full, lilitannya rapi berkali-kali karena tebal," sambungnya.
Bagaimana dengan bukti CCTV?
Wakasatreskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Sigit Karyono melibatkan Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri membantu menemukan titik terang penyebab pastinya meninggalnya Arya.
"Untuk membantu kita membuat lebih terang. Apakah korban ini benar-benar meninggal karena apa gitu kan, sementara prosesnya masih dalam proses penyelidikan," kata Kompol Sigit kepada wartawan di lokasi, Rabu 9 Juli 2025.
Tim memeriksa kamar korban hingga kamera pengawas atau CCTV.
"CCTV masih diproses. Tidak bisa langsung karena sistemnya pakai memory card, jadi rekaman terptong-potong dan harus disatukan lebih dulu," kata Kompol Sigit.
Baca Juga: TKP Penemuan Jasad Diplomat di Menteng: Akses Terbatas, Spekulasi Merebak
Lebih lanjut, Wakasatreskrim Polres Jakarta Pusat ini mengungkapkan bahwa tidak ada informasi bahwa korban didatangi seseorang.
"Belum mengarah ke sana, tidak ada informasi dari saksi bahwa korban didatangi seseorang atau ada konflik," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Curhatan Istri Diplomat Arya Daru Pangayunan
-
Kepala Diplomat Arya Dilakban, Tapi Polisi Ungkap Riwayat Gerd dan Kolesterol, Apa Hubungannya?
-
6 Kunci 'Misteri Pembunuhan Ruang Tertutup' Diplomat Arya Daru Pangayunan
-
Misteri Lakban Kuning di Kepala Diplomat Arya, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kos Super Ketat Itu?
-
Diplomat Kemlu Tewas, Warganet Curiga Arya Daru Pangayunan Bongkar Dua Kasus Sensitif Ini, Benarkah?
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Menteri Keuangan Khawatir Kena Gratifikasi Gegara Saweran TikTok? Ini Respons KPK!
-
Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Sopir Calya Ugal-ugalan Disebut Bersih Zat Adiktif, Polisi Temukan Senpi Mainan, Golok, hingga Badik
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati