Suara.com - Video Andini Permata dengan bocil beredar luas di media sosial. Kemunculan membikin gempar publik.
Video yang dikaitkan dengan nama Andini Permata viral di berbagai media sosial seperti TikTok, X (Twitter), dan Telegram.
Video berdurasi sekitar 2 menit 31 detik menampilkan seorang perempuan muda yang disebut-sebut sebagai Andini Permata bersama seorang anak laki-laki yang diduga adiknya.
Video ini seketika membuat banyak orang dan netizen ramai memburunya. Berikut adalah lima fakta penting terkait video viral yang dikaitkan dengan nama Andini Permata dan bocil (anak kecil) yang ramai diperbincangkan di media sosial:
1. Kehadiran Bocil Picu Kontroversi
- Video berdurasi sekitar 2 menit 31 detik menampilkan seorang perempuan muda yang disebut Andini Permata bersama seorang bocil yang diduga adik kandungnya.
- Kehadiran bocil dalam video yang dikonotasikan “kurang pantas” menuai kecaman dan kritik tajam dari netizen terkait etika dan perlindungan anak.
2. Identitas Andini Permata Diragukan
- Tidak ada bukti konkret atau profil resmi yang memastikan siapa sebenarnya Andini Permata.
- Nama ini diduga kuat hanya digunakan sebagai clickbait untuk mendulang trafik dan memancing rasa penasaran publik.
3. Dugaan Penipuan Digital
- Banyak link yang beredar di internet terkait video ini ternyata palsu, mengarah ke iklan jebakan, malware, atau bahkan penipuan yang bisa mencuri data pribadi pengguna.
- Pengguna diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mengatasnamakan “full video Andini Permata” demi keamanan digital.
4. Tidak Ada Bukti Video Mengandung Adegan Dewasa Eksplisit
- Sebagian besar konten yang beredar hanyalah potongan video joget santai tanpa bukti kuat adanya adegan dewasa eksplisit antara Andini dan bocil.
- Banyak konten yang tersebar merupakan hasil manipulasi dan sensasionalisasi tanpa verifikasi.
5. Risiko Hukum dan Etika
- Jika benar ada unsur eksploitasi anak, penyebaran video tersebut melanggar UU ITE dan UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman berat bagi pelaku.
- Netizen diingatkan untuk tidak ikut menyebarkan atau mencari tautan video, karena dapat berakibat pada masalah hukum dan kerusakan reputasi pribadi.
Viralnya video Andini bareng bocil lebih banyak didorong oleh narasi sensasional tanpa bukti dan identitas jelas.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengutamakan keamanan dan etika digital.
Berita Terkait
-
Detik-Detik Mahasiswi Dibacok Pakai Kapak di Kampus UIN Suska Riau, Pelaku Diduga Terobsesi
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Viral Alumni LPDP Diburu Netizen Buntut Kasus Dwi Sasetyaningtyas
-
Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah
-
Gaun Istri Gubernur Kaltim saat Sapa Tukang Sayur Jadi Sorotan: Kayak Noni Belanda
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?