Suara.com - Informasi menyesatkan soal kasus korupsi Pertamina beredar.
Kali ini, Basuki Tjahaya Purnama atau biasa dikenal Ahok, menyebut Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terlibat dalam kasus korupsi besar Pertamina.
Kabar itu beredar di media sosial (Medsos) Facebook.
Akun Facebook bernama "Noe Saptuno" memposting konten dalam bentuk video berisi klaim itu pada Rabu, 30 Juli 2025.
Terdapat keterangan diberikan pengunggah, berikut narasinya:
“P4K JOKOWI T4HU S3MU4NYA , KUROPSI 4,5 TRILIUN” K4TA 4HOK
4HOK S3RET JOKOWI SK4ND4L B3S4R KUROPSI P4RT4MIN4, AHOK MINT4 JOKOWI DI P3RIKS4
T4k t3rim4 di p3riks4 K3ja9un9 & KPK s3ndiri 4hok bocork4n r4h4si4 jokowi s4kand4l kuropsi p4rtamin4..!!."
Per Senin, 4 Agustus 2025, konten tersebut telah mendapat lebih dari 35.900 tanda suka dan 3.500 komentar.
Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh Video Indonesia Pamer Nuklir, Asli atau Tipuan AI?
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta memasukkan kata kunci “Ahok seret nama Jokowi dalam kasus Pertamina” ke mesin pencarian Google.
Hasil penelusuran mengarah ke dua pemberitaan.
Pertama, pemberitaan nasional.kompas.com “Menilik Posisi Ahok di Pusaran Kasus Korupsi Pertamina” yang tayang Jumat, 14 Maret 2025.
Dari berita ini diketahui kalau Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Pertamina yang merugikan negara hingga Rp 193,7 triliun pada Kamis, 13 Maret 2025.
Pemeriksaan ini dilakukan karena Ahok pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina sejak 2019 hingga 2024.
Sejauh ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menyatakan bahwa Ahok terlibat dalam kasus korupsi Pertamina.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT