Sebagian dari mereka meyakini bahwa bergabungnya Jokowi dengan PSI, tentu akan semakin mudah membesarkan nama PSI.
“Pak Jokowi kapan dideklarasikan secara sah gabung PSI? Biar PSI makin kencang larinya,” ujar @steven_febriansyah.
“Semoga PSI semakin jaya, sukses, dan besar..PSI bersama jokowisme ,” sahut @pecinta_politik.
“Uda pada daftar JD anggota PSI blm kalian lur. Lewat online bisa. Ayo kita besarkan partai PSI bersama pak Jokowi.,” tulis @riswanda.argi.
PSI Ganti Logo Bunga Mawar jadi Gajah
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengganti logo, yang mulanya berbentuk bunga mawar menjadi simbol gajah.
Pelaksana Tugas Ketua Umum PSI, Andy Budiman menjelaskan bahwa Gajah merupakan simbol makhluk yang bijaksana, lembut dan teguh.
Dari sejumlah literatur, gajah juga dikenal sebagai makhluk dengan solidaritas yang sangat kuat.
“Jadi gajah adalah simbol sesuatu yang bijaksana, kuat dan cerdas,” ujar Andy.
Baca Juga: Terpidana tapi Bebas, Mahfud MD Curiga Relawan Jokowi Silfester Matutina: Pasti Ada Main di Belakang
“Ada istilah kan gajah nggak pernah lupa. Ini adalah salah satu hal positif hal – hal baik yang akan kami internalisasi menjadi nilai – nilai di dalam kader PSI,” imbuhnya.
Perubahan logo PSI ini juga mengundang Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) berkomentar.
Jokowi menyampaikan bahwa perubahan logo partai merupakan hal yang wajar dan disesuaikan dengan kebutuhan Masyarakat.
“Ya, baik – baik saja. Sebuah brand itu kan perlu terus diperbaharui. Disesuaikan dengan kebutuhan Masyarakat, disesuaikan dengan, kalau dalam bisnis permintaan pasar,” ujar Jokowi.
Jokowi menyampaikan bahwa PSI telah menjelma menjadi Partai yang dimiliki oleh semua orang atau kader. Ketua umum partai juga dapat dipilih secara langsung oleh kader – kadernya.
“Brand itu bisa diubah, bisa diganti total, saya kira baik – baik saja,” ujarnya.
Jokowi menilai PSI telah berupaya mewujudkan gagasan sebagai Partai Super Terbuka.
“Menurut saya, PSI partai super TBK itu saya kira. Tapi dalam implementasi, dalam pelaksanaan seperti apa kan belum ya. Tapi paling tidak, partai super TBK sudah dipakai oleh PSI,” jelasnya.
“Setelah partai yang milik seluruh anggota terbuka untuk semuanya dan yang paling penting ini ada pemilu raya, ada pilihan ketua dan dilaksanakan dengan e-voting, dengan voting online, satu anggota, satu suara yang ikut berpartisipasi. Saya kira itu juga sebuah hal yang sangat baik,” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?