Suara.com - Ketua Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa pihak mendukung pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakanuming Raka sepenuh hati. Menurutnya, dukungan tersebut diberikan berdasarkan fakta dan objektivitas.
Hal itu ditegaskan Paloh dalam pidatonya di pembukaan Rakernas I Partai NasDem di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8/2025).
"Sepenuh hati artinya tetap berpijak pada fakta dan objektif yang ada di keseharian kita," kata Paloh.
Ia menegaskan, jika NasDem melihat ada kebijakan yang pro terhadap rakyat, maka pihaknya tak segan memberikan pujian.
"Yang baik jangan segan untuk mengatakan itu baik, jalankan, teruskan Bapak Presiden," katanya.
Kendati begitu, Paloh menegaskan, NasDem bakal tak segan juga untuk mengoreksi keras bila ada kebijakan dirasa kurang tepat. Pihaknya bakal memberikan masukan perbaikan.
"Kalau tidak pas jangan pula segan katakan menurut NasDem kurang pas, perlu kita perbaiki bersama," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, sikap objek NasDem di pemerintahan tersebut memang diperlukan. Terlebih agar pemerintahan Prabowo dalam 5 tahun bisa berjalan baik dan benar.
"Dukungan seperti ini adalah bagian esensi kemandirian dalam kontektual cara berpikir kita. Kita harus berani membawa perubahan, sikap, dan mentalitas kita," pungkasnya.
Baca Juga: Isu Pengaruh Jokowi di Pemerintahan Prabowo, Maman Abdurahman: Bandul Politik Harus di Istana Negara
Berita Terkait
-
Isu Pengaruh Jokowi di Pemerintahan Prabowo, Maman Abdurahman: Bandul Politik Harus di Istana Negara
-
Rismon Bongkar Pengakuan di Balik Layar Eks Rektor UGM: Cabut Ucapan karena Diteror Relawan Jokowi?
-
Murka Difitnah Jokowi, Rismon Sianipar Tantang Kapolri: Tangkap Saya jika Terbukti Ada Bohir!
-
'Dicomot' usai Ikut Rakernas NasDem di Makassar, Detik-detik KPK OTT Bupati Koltim Abdul Azis
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?