Suara.com - Ketua Dewan Pengurus Pusat Front Persaudaraan Islam (FPI), Aziz Yanuar mendesak Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk menelusuri dugaan adanya dua eks militer Israel di Bali.
Aziz menduga keduanya adalah bagian dari badan intelijen Israel alias Mossad dan karenanya harus ditangkap.
"BIN dan BAIS harus segera bertindak dan harus segera ditangkap. Itu agen-agen Mossad yang sedang menyamar sebagai pengelola vila. Harus didapatkan motif dan seberapa banyak informasi yang sudah mereka dapatkan, dan kegiatan penggalangan terhadap siapa saja yang mereka lakukan," kata Aziz kepada Suara.com, Jumat (8/8/2025).
"Mossad merekrut dari anggota IDF atau mantan IDF, yang sudah memiliki basis keterampilan militer, termasuk keterampilan spionase dan sabotase bahkan penggalangan," lanjut Aziz.
Bisnis vila yang dijalankan dipandangnya hanya kamuflase belaka. Sebab, katanya, operasi Mossad di seluruh dunia menggunakan kamuflase bisnis.
"Salah satu bisnis yang digeluti atau dijalankan oleh Mossad di seluruh dunia adalah bisnis properti, agar memudahkan dijadikan sebagai safe house bagi kegiatan intelijen Mossad, tanpa menimbulkan kecurigaan dengan adanya lalu lintas orang keluar masuk di properti yang mereka kelola," jelasnya.
Aziz juga bilang, bahkan Presiden Prabowo Subianto harus segera turun tangan untuk mengatasi masalah pelik ini.
"Presiden Prabowo mesti segera memerintahkan lembaga intelijen Indonesia untuk segera melakukan tindakan kontra intelijen dan membuat pernyataan diplomatik atas operasi intelijen Israel di Indonesia ini," ujarnya.
Dua orang yang diduga mantan tentara Israel itu diduga adalah Shachar Gonen dan seorang wanita. Keduanya diidentifikasi sebagai mantan militer, karena keduanya pernah mengunggah foto mengenakan seragam tentara Israel.
Baca Juga: Terlibat Bentrok dengan FPI, Ini Sikap Tegas NU terhadap Ormas PWI LS
Shachar Gonen dilaporkan masuk ke Indonesia menggunakan visa investor (KITAS Investor) dan tercatat sebagai warga negara Jerman. Israel diketahui menerapkan kebijakan kewarganegaraan ganda, sehingga banyak warganya yang memiliki dua paspor.
Selama berada di Bali, ia diduga dinaungi oleh sebuah perusahaan di Indonesia yang bertindak sebagai penjaminnya. Visa investor milik Gonen disebut masih berlaku hingga Maret 2026.
Berita Terkait
-
Heboh Mantan Tentara Israel di Bali, Diduga Mata-mata: Ini Operasi Intelijen Negara Musuh
-
Operasi Rahasia Mossad Digagalkan Intelijen Iran
-
Tabligh Akbar Habib Rizieq Ditolak Berujung Ricuh, FPI ke Prabowo: Bubarkan Ormas PWI-LS!
-
Ormas PWI LS Viral Usai Bentrok dengan FPI, Ini 7 Fakta yang Jarang Diungkap
-
Mengenal Gus Abbas: Keturunan Sunan Gunung Jati di Balik Perlawanan Terhadap FPI
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?
-
336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan
-
Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu