Suara.com - Keberadaan dua warga negara Israel di Bali, Shachar Gonen dan seorang rekan wanitanya, menjadi sorotan tajam setelah identitas mereka sebagai terduga mantan tentara Israel (IDF) terkuak.
Keduanya diketahui pernah mengunggah foto mengenakan seragam militer Israel di media sosial.
Fakta di lapangan menunjukkan Shachar Gonen masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan paspor Jerman dan mengantongi visa investor (KITAS Investor) yang masih berlaku hingga Maret 2026.
Ia diketahui tinggal di sebuah villa di Desa Pererenan, Badung, dan dinaungi oleh sebuah perusahaan penjamin di Indonesia.
Namun, latar belakang keduanya sebagai eks-militer dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia memicu reaksi keras.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Front Persaudaraan Islam, Aziz Yanuar, menduga kuat ada agenda tersembunyi di balik bisnis properti yang mereka jalankan.
"Patut diduga, mantan IDF tersebut sedang menjalankan tugas resmi intelijen dari Mossad, karena biasanya untuk operasi intelijen, Mossad merekrut dari anggota IDF atau mantan IDF, yang sudah memiliki basis keterampilan militer, termasuk keterampilan spionase dan sabotase bahkan penggalangan," kata Aziz kepada Suara.com, Jumat (8/8/2025).
Menurut Aziz, bisnis properti adalah modus operandi yang lazim digunakan oleh badan intelijen Israel untuk menyamarkan aktivitas mereka di berbagai negara.
"Salah satu bisnis yang digeluti atau dijalankan oleh Mossad di seluruh dunia adalah bisnis properti, agar memudahkan dijadikan sebagai safe house bagi kegiatan intelijen Mossad, tanpa menimbulkan kecurigaan dengan adanya lalu lintas orang keluar masuk di properti yang mereka kelola," ujar Aziz.
Baca Juga: Eks Tentara Israel Jalankan Bisnis Vila di Bali? MER-C Desak Pemerintah Bertindak Tegas!
Oleh karena itu, ia mendesak agar kasus ini tidak dianggap sebatas pelanggaran imigrasi.
Aziz meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk segera turun tangan melakukan pendalaman.
"Harus didapatkan motif dan seberapa banyak informasi yang sudah mereka dapatkan, dan kegiatan penggalangan terhadap siapa saja yang mereka lakukan," kata Aziz.
Ia menekankan bahwa status Israel yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia menempatkan aktivitas intelijen mereka dalam kategori yang sangat berbahaya bagi kedaulatan negara.
"Dan bahkan negara sahabat saja, dilarang melakukan kegiatan operasi intelijen di dalam wilayah negara lain yang bersahabat," ujarnya.
"Jadi ini adalah bentuk operasi intelijen oleh negara musuh yang sudah pasti bertujuan untuk melemahkan keamanan nasional (national security) Indonesia."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang
-
Perlawanan Terakhir Nadiem Makarim Jelang Putusan, Ini yang Akan Diungkap
-
Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
-
Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU
-
Legislator PDIP Kritik Ekspansi Bioskop: Jangan Sampai Jadi Risiko Baru bagi Industri Film
-
Jokowi Siap Hadir Tunjukan Ijazah di Persidangan Roy Suryo dan dr Tifa
-
Jokowi Tak Ambil Pusing Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Kuasa Hukum Sentil Dugaan Intervensi
-
Viral Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap, Muncul Pengakuan Soal Dana Rp 20 Juta dan Nama 'Kapolda'
-
1.273 Personel Gabungan Amankan Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini