Suara.com - Eskalasi konflik terselubung yang mematikan antara Iran dan Israel kembali mencapai titik didih. Kementerian Intelijen Iran merilis pernyataan mengejutkan.
Dalam pernyataannya, Intelijen Iran menuduh dinas intelijen Israel, Mossad, mendalangi sebuah rencana besar untuk memicu kerusuhan berdarah di jantung ibu kota, Teheran.
Rencana tersebut diduga akan memanfaatkan momentum serangan brutal terhadap Penjara Evin yang terjadi bulan sebelumnya, yang menewaskan puluhan orang.
Klaim ini bukan sekadar tuduhan biasa, melainkan sebuah penegasan bahwa "perang bayangan" yang selama bertahun-tahun dimainkan kedua negara melalui sabotase, serangan siber, dan pembunuhan rahasia, kini semakin berani menyasar target-target sipil dan berpotensi memicu kekacauan massal.
Dalam pernyataan resminya pada hari Senin (28/7/2025), Kementerian Intelijen Iran secara gamblang menyebut konspirasi ini dirancang oleh kelompok "oposisi pro-monarki" yang bergerak di bawah arahan dan dukungan penuh dari Mossad.
"Telah diambil tindakan untuk 'menemukan dan menggagalkan rencana kelompok pro-monarki yang bergerak di bawah Mossad ... untuk mengirim pasukan ke Teheran pada 22 Juni untuk melancarkan serangan teror keesokan harinya,'" demikian bunyi pernyataan keras dari kementerian tersebut dikutip dari ANTARA.
Targetnya pun bukan sembarangan. Selain Penjara Evin yang sarat muatan politis, sejumlah fasilitas militer dan pusat penegakan hukum di sekitarnya juga masuk dalam daftar sasaran.
Tujuannya jelas: menciptakan chaos maksimal di pusat pemerintahan Iran. Otoritas Iran mengklaim telah melakukan operasi penumpasan besar-besaran, menangkap lebih dari 120 orang yang disebut sebagai "tentara bayaran" di 23 wilayah berbeda di seluruh negeri.
Lanjutan dari Serangan Mematikan di Penjara Evin
Baca Juga: CEK FAKTA: TNI Tantang Israel Perang Besar
Tuduhan ini menjadi lebih mengerikan karena terkait langsung dengan insiden nyata yang terjadi pada bulan Juni lalu.
Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa Israel telah melancarkan serangan ke beberapa wilayah di Teheran, dengan Penjara Evin menjadi salah satu target utama.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, sebagian kantor administrasi penjara hancur lebur akibat pengeboman tersebut.
Beberapa hari setelah serangan, juru bicara kehaksiian Iran, Ashgar Jahangir, mengumumkan angka korban jiwa yang mengerikan: 71 orang tewas akibat serangan Israel terhadap penjara tersebut, terdiri dari tahanan, staf, dan pengunjung.
Rencana kerusuhan yang baru digagalkan ini seolah menjadi upaya untuk menuang bensin ke dalam api yang sudah berkobar.
Insiden ini adalah puncak gunung es dari permusuhan panjang antara Teheran dan Tel Aviv. Selama lebih dari satu dekade, perang bayangan mereka telah memakan korban dan menimbulkan kerusakan signifikan:
- Sabotase Nuklir: Fasilitas pengayaan uranium Iran di Natanz dan Fordow berulang kali menjadi sasaran serangan siber canggih seperti Stuxnet dan ledakan misterius yang diduga kuat didalangi Israel.
- Pembunuhan Ilmuwan: Sejumlah ilmuwan nuklir terkemuka Iran, termasuk Mohsen Fakhrizadeh, tewas dalam serangan terencana yang memiliki ciri khas operasi Mossad.
- Serangan di Suriah: Israel secara rutin melancarkan serangan udara terhadap target-target militer Iran dan proksi-proksinya di Suriah untuk mencegah Teheran membangun pijakan militer di perbatasannya.
- Eskalasi Terbuka: Konflik ini mencapai level baru yang berbahaya ketika Israel menyerang konsulat Iran di Damaskus, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ratusan drone dan rudal langsung ke wilayah Israel untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Klaim Iran mengenai rencana kerusuhan yang didalangi Mossad ini, terlepas dari kebenarannya, menunjukkan betapa berbahayanya fase konflik saat ini.
Pertarungan tidak lagi hanya terjadi di fasilitas militer terpencil atau di dunia maya, tetapi telah merangsek ke jantung kota dengan potensi menimbulkan korban sipil massal, menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke ambang perang terbuka.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: TNI Tantang Israel Perang Besar
-
CEK FAKTA: Rudal TNI AU Diklaim Mirip Punya Iran
-
Penganguran, Pemain Keturunan Indonesia Ini Disebut Cocok Main di Israel
-
CEK FAKTA: Heboh TNI Tangkap Intelijen Israel di Selat Sunda, Benarkah?
-
CEK FAKTA: TNI Dituding Eksekusi 20 Tentara Israel dan AS di Gaza Selatan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare