Suara.com - Sebuah video yang viral di media sosial telah memicu perbincangan hangat di kalangan warganet. Video tersebut memperlihatkan seorang pendaki di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan gagah mengibarkan bendera One Piece.
Fenomena ini menjadi sorotan, terutama karena terjadi menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI pada 17 Agustus mendatang. Banyak yang menganggap pemasangan bendera bajak laut dari serial anime dan manga Jepang tersebut sebagai bentuk kritik terselubung kepada pemerintah.
Video yang memicu kehebohan itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @vrell26 pada Senin (4/8/2025). Dalam klip berdurasi 22 detik, terlihat jelas suasana di Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu. Di tengah keramaian, seorang pendaki berjaket biru naik ke tugu puncak dan membentangkan bendera One Piece.
Namun, usut punya usut, momen tersebut ternyata direkam jauh sebelum viral. Pemilik akun @vrell26 mengklarifikasi bahwa kejadian itu terjadi pada Mei 2025.
"Itu saya naik gunung dan rekam jauh sebelum viral," kata pemilik akun @vrell26 dikutip, Kamis (7/8/2025).
Ia bahkan menunjukkan bukti waktu pengambilan video pada 11 Mei 2025 pukul 05.55 WIB. Ia mengaku hanya merekam momen tersebut secara spontan.
"Saat itu saya naik bulan Mei 2025 dan ada yang kibarkan bendera itu, namun saya tidak tahu siapa dan kemudian saya unggah lagi video itu di akun saya," terangnya.
Sementara itu, pihak pengelola jalur pendakian Gunung Lawu mengaku tidak mengetahui insiden tersebut. Anggota Relawan Cetho (Reco), Eko Sapardi Memora, memastikan tidak ada laporan mengenai pendaki yang membawa bendera tersebut melalui jalur Cetho.
"Tidak ada (pendaki Gunung Lawu yang membawa bendera One Piece)," ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga: Anime One Piece: Heroines Diumumkan, Soroti Kisah Para Karakter Wanita
Pernyataan serupa datang dari penjaga basecamp pendakian via Cemoro Kandang yang juga mengaku tidak mengetahui adanya pendaki yang membawa dan mengibarkan bendera One Piece di puncak.
"Tidak tahu ya," ucapnya singkat.
Makna di Balik Bendera One Piece
Bendera One Piece, khususnya milik kru Bajak Laut Topi Jerami (Straw Hat Pirates), bukanlah sekadar logo biasa. Bendera ini menampilkan gambar tengkorak putih dengan senyuman lebar yang mengenakan topi jerami khas Monkey D. Luffy, di atas dua tulang yang bersilang.
Secara visual, tengkorak dengan tulang bersilang adalah simbol klasik Jolly Roger, penanda sebuah kapal bajak laut. Namun, setiap elemen memiliki makna filosofis yang kuat dalam dunia ciptaan Eiichiro Oda.
Topi jerami adalah ikon warisan dari Shanks si Rambut Merah untuk Luffy, yang menyimbolkan impian, kebebasan, dan sebuah janji. Sementara itu, senyuman lebar pada tengkorak mencerminkan karakter Luffy yang selalu optimis dan semangat dalam menghadapi segala rintangan demi meraih kebebasan.
Logo ini mencerminkan semangat pantang menyerah Luffy untuk meraih mimpinya menjadi Raja Bajak Laut. Lebih dari itu, banyak penggemar memaknai bendera ini sebagai simbol perlawanan terhadap otoritas tirani. Dalam cerita One Piece, Pemerintah Dunia sering digambarkan sebagai lembaga yang korup dan absolut.
Oleh karena itu, bendera Topi Jerami yang dikibarkan di kapal Going Merry dan Thousand Sunny menjadi lambang kebebasan dari segala bentuk penindasan.
Berita Terkait
-
Anime One Piece: Heroines Diumumkan, Soroti Kisah Para Karakter Wanita
-
Jolly Roger Serial One Piece Jadi Peringatan Kesekian untuk Pemerintah
-
Heboh Intimidasi Bendera One Piece: Pedagang Ditampar Pria Ngaku Aparat, Konter HP Didatangi Petugas
-
Netflix Rilis Trailer One Piece Season 2, Publik Soroti Aksi Pengibaran Bendera Jolly Roger
-
Saat Kreativitas Dibungkam, Lahirlah Sindiran: Perang Mural dan Masa Depan Ekspresi Seni
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT