Pendaftar tetap diperbolehkan mengusulkan kampus di luar daftar, tetapi disarankan untuk memilih dari daftar resmi guna memperbesar peluang diterima.
Pilihan Kampus di Luar Daftar Resmi
Opsi untuk memilih kampus di luar daftar resmi kini juga berlaku untuk tujuan dalam negeri. Syaratnya, kampus harus memiliki akreditasi A/Unggul dari BAN-PT, nama program studi harus sesuai dengan data BAN-PT, dan program tersebut bukan merupakan kelas non-reguler atau profesi.
Perluasan Akses Beasiswa Afirmasi
Untuk meningkatkan akses bagi putra-putri daerah, LPDP menambahkan sejumlah kampus dalam negeri baru, seperti IAIN Ternate, Institut Agama Islam Negeri Ambon, Universitas Cenderawasih, Universitas Papua, dan beberapa perguruan tinggi lainnya di wilayah Indonesia Timur.
Penambahan Kampus Luar Negeri
Beberapa universitas di luar negeri juga ditambahkan, khususnya yang memiliki program studi strategis di bidang maritim dan transportasi. Contohnya ENAC (Prancis) dan RUAS (Belanda) yang ditujukan untuk PNS/TNI/Polri, serta Hiroshima University (Jepang) yang membuka semua bidang untuk semua skema beasiswa.
Panduan Pendaftaran Beasiswa LPDP
Bagi calon pendaftar, prosesnya dimulai dari situs resmi LPDP. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti:
Baca Juga: Kesempatan Emas Beasiswa Kuliah Hingga 100%, Siap Antar Kamu Jadi Pemimpin Masa Depan!
- Kunjungi Situs Resmi: Buka website LPDP di beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.
- Buat Akun: Jika belum memiliki akun, buat akun baru dengan mengisi data diri dan mengunggah foto.
- Login: Gunakan email dan kata sandi yang telah dibuat untuk masuk ke sistem.
- Pilih Program: Pilih jenis beasiswa LPDP yang sesuai dengan kualifikasi Anda.
- Lengkapi Data: Isi semua data diri dan informasi yang diminta secara lengkap dan akurat.
- Unggah Dokumen: Unggah semua dokumen yang diwajibkan, termasuk esai komitmen dan surat rekomendasi.
- Submit Pendaftaran: Setelah semua data dan dokumen terisi, klik "Submit" untuk mendapatkan kode registrasi.
- Pantau Informasi: Pastikan untuk selalu memantau perkembangan seleksi melalui situs resmi dan media sosial LPDP.
Tag
Berita Terkait
-
Ustad Das'ad Latif Berjubah Garuda Bagi-bagi Beasiswa di Unhas
-
Pendaftaran Beasiswa Baznas Cendekia 2025 Sampai Kapan? Ini Jadwal dan Syaratnya
-
Blak-blakan Menko Pratikno: Dulu Cuma Berani Cita-cita Jadi Sekcam, Jadi Menteri Itu Kecelakaan!
-
Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2025 Kapan Dibuka? Ini Jadwal, Syarat dan Dokumennya
-
Kesempatan Emas Beasiswa Kuliah Hingga 100%, Siap Antar Kamu Jadi Pemimpin Masa Depan!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat