Suara.com - Operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel ikut membuat riuh jagat maya. Mencuatnya kabar OTT itu, beredar foto di media sosial yang menampilkan sosok pria diduga Noel yang terbaring lemas di ranjang pasien dengan kondisi tubuhnya dipasang alat Elektrokardiogram (EKG) yang biasa digunakan untk mendeteksi masalah jantung.
Dalam unggahan yang turut dibagikan akun X, @PolJokesID pada Kamis (21/8/2025), tampak kabel-kabel EKG itu ditancapkan tepat dibagikan dada kiri pria dan kedua tangan pria yang diduga Noel. Tak hanya itu, kabel EKG itu juga dipasangkan pada kedua pergelangan kaki.
Di ruangan itu juga terlihat sebuah monitor EKG.
"Aku pas kena OTT KPK," tulis akun itu dilihat pada Jumat (22/8/2025).
Meski belum diketahui soal kebenaran dari unggahan foto itu, banyak netizen yang mempercayai jika pria dalam unggahan itu adalah Noel.
Mencuatnya unggahan foto diduga Noel sedang menjalani cek jantung dengan alat EKG justru dibanjiri cibiran dan kecaman dari netizen. Bahkan, ada yang menganggap Noel sedang berakting usai ditangkap KPK.
"Wkwkkw padahal bisa make gimmick politisasi yang lagi trend, malah make gimmick sakit," sindir salah satu netizen.
"Enak aja mau cepet-cepet mati woi. Rasain dulu siksa di dunia sini kau noel," kecam yang lain.
"Rekam jantung mah gausah pake pura² pingsan, 5 menit kelar," cibir netizen lainnya.
Baca Juga: Sudirman Said Blak-blakan soal OTT Wamenaker Noel: Lingkaran Jokowi Terlalu Banyak Orang Bermasalah!
"Selain pandai nyuri belio ini ternyata pandai acting juga," nyinyir netizen lainnya disertai emoji tertawa.
Hari ini, KPK akan mengumumkan status hukum Noel setelah terjaring OTT pada Rabu (20/8/2025) lalu.
Dalam OTT ini, KPK juga telah menangkap 13 orang lainnya dan menyita sejumlah kendaraan mewah.
OTT terhadap Wamenaker Noel diduga berkaitan dengan dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Berita Terkait
-
Jumat Krusial di KPK: Pemeriksaan Lisa Mariana hingga Penentuan Nasib Wamenaker Noel usai Kena OTT!
-
Sudirman Said Blak-blakan soal OTT Wamenaker Noel: Lingkaran Jokowi Terlalu Banyak Orang Bermasalah!
-
Wamenaker Noel Ternyata Tukang Palak, KPK Sebut Kasusnya Terjadi Lama: Nilainya Cukup Besar!
-
Mahfud MD Bicara Konstruksi Kasus usai KPK Tangkap Wamenaker Noel: Tak Harus Selalu OTT!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung