Suara.com - Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, pada Senin (25/8/2025) menjadi sorotan setelah kehadiran Bang Madun atau Nyak Kopsah yang melontarkan kritik tajam terhadap para wakil rakyat.
Kreator konten Betawi yang memiliki nama asli Ahmad Yani itu turut menyuarakan keresahan masyarakat terkait kontroversi tunjangan rumah dinas DPR.
Di hadapan massa aksi, Bang Madun menyuarakan sindiran pedas terhadap anggota dewan yang dinilai kurang menunjukkan kinerja maksimal.
Ia menyoroti ironi kondisi masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi, sementara isu tunjangan untuk para wakil rakyat justru menjadi perbincangan panas.
“Buat apa ada pemerintah? Buat apa ada anggota dewan kalau kerjaan lu cuman tidur ngantuk, tidur ngantuk bae?” ujar Bang Madun.
Kehadiran Bang Madun dalam aksi tersebut menarik perhatian publik. Dikenal sebagai kreator konten dengan karakter Nyak Kopsah, ia kerap menyampaikan kritik sosial melalui gaya jenaka khas Betawi. Namun kali ini, pesannya disampaikan dengan nada serius, mencerminkan kekecewaan rakyat terhadap wakilnya di parlemen.
Meski melontarkan kritik keras, Bang Madun menegaskan bahwa aksinya tidak bertujuan memicu kericuhan.
“Gua pengen Indonesia damai, ini enggak ada kerusuhan. Pokoknya jangan ada kerusuhan, gua enggak mau, ya,” tegasnya.
Ahmad Yani juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pejabat pemerintah untuk membangun komunikasi yang lebih baik. “Gua kepengen antara semuanya, nih, penggede-penggede sama masyarakat, yuk kita rangkul! Kita rangkul semuanya!” tambahnya.
Profil Bang Madun
Nama Bang Madun kini semakin dikenal publik, tidak hanya sebagai kreator konten Betawi, tetapi juga pemilik warung legendaris Madun Oseng Nyak Kopsah yang telah bertahan selama 25 tahun.
Pria dengan nama asli Ahmad Yani ini memulai perjalanan bisnisnya dari tenda kecil di pinggir jalan hingga berhasil memiliki warung makan sendiri di kawasan Cipondoh, Tangerang.
Mengutip kanal YouTube Netmediatama, Bang Madun ternyata memiliki darah seni yang mengalir dari kakeknya, Haji Jengkur, seniman ternama asal Tangerang.
Nama panggung "Nyak Kopsah" pun terinspirasi dari karakter khas ibu-ibu Betawi nyablak dengan tudung kepala, yang kerap ia perankan di berbagai konten hiburannya.
Sebelum dikenal sebagai konten kreator, Ahmad Yani telah meniti karier sebagai chef di sebuah hotel ternama. Pengalaman inilah yang membuat warung makannya memiliki cita rasa khas dan tetap diminati pelanggan hingga kini.
Berita Terkait
-
Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
5 Kritik Ferry Latuhihin: Rupiah Anjlok, Curigai Mati Listrik Massal Gegara 'Ekonomi'
-
Ubah Patah Hati Jadi Motivasi, Intip Makna Lagu Terbaru BoyNextDoor 'Viral'
-
Viral Beckham Putra Hampir Ribut dengan Penonton usai Timnas Indonesia vs Mozambik
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa
-
ICW: Audit BPK Jadi Komoditas Dagang, WTP Cuma Alat Pencitraan Politik
-
MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
-
Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian
-
Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG