Suara.com - Kasus pesta sabun diskotik Bandung yang digelar di Brotherhood Bunker, Ciumbuleuit, Kota Bandung, menuai sorotan publik dan viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan cewek berbikini joget-joget diiringi musik dan sabun.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, turun langsung melakukan penggerebekan pada Selasa (26/8/2025) malam. Pemerintah Kota Bandung pun memberi peringatan keras terhadap pengelola tempat hiburan tersebut.
Erwin menegaskan acara tersebut mencederai moral masyarakat Kota Bandung. “Ini mencederai warga Bandung. Hiburan boleh, asal ada izin dan tidak melanggar Perda. Kalau terbukti melanggar, kami segel. Kalau tidak, manajemen harus buat pernyataan tidak akan mengulanginya,” tegasnya.
Pesta sabun diskotik Bandung ini memicu reaksi publik karena dianggap menampilkan adegan tidak pantas dan memperlihatkan aurat.
Pemerintah menerima banyak laporan dari warga dan organisasi kemasyarakatan yang merasa resah, sehingga Pemkot Bandung langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Berikut fakta-fakta viralnya video pesta sabun di diskotik Bandung.
1. Viral di Media Sosial dan Tuai Kecaman
Acara pesta sabun ini menjadi viral setelah sejumlah foto dan video tersebar luas di media sosial. Konten tersebut memperlihatkan pengunjung yang basah kuyup di tengah busa sabun, memicu kontroversi di tengah masyarakat Kota Bandung.
2. Penggerebekan Dipimpin Wakil Wali Kota Bandung
Penggerebekan langsung dipimpin Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, bersama Satpol PP. Erwin menegaskan Pemkot Bandung tidak akan mentolerir acara hiburan yang melanggar norma dan aturan daerah.
3. Izin Lengkap
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Brotherhood Bunker memiliki izin usaha lengkap, mulai dari izin restoran, bar, klub malam, hingga perdagangan minuman beralkohol kategori A, B, dan C. Namun, Satpol PP menemukan kelalaian manajemen yang bekerja sama dengan event organizer (EO) penyelenggara acara tersebut.
4. EO Diduga Jadi Penyebab Acara Melanggar Aturan
Satpol PP menilai EO yang bekerja sama dengan pengelola tidak mematuhi aturan. Pemerintah meminta pengelola membuat surat pernyataan resmi untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
5. Pemkot Bandung Siapkan Sanksi Tegas
Pemkot Bandung akan memberikan sanksi tegas apabila terbukti melanggar Perda, termasuk kemungkinan penyegelan tempat hiburan malam tersebut.
6. Permintaan Maaf dari Manajemen Brotherhood Bunker
Manajemen Brotherhood Bunker telah meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Kota Bandung. Mereka berjanji akan mengevaluasi internal dan memutus kerja sama dengan EO terkait. “Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada warga Bandung. Ke depan kami pastikan hal ini tidak akan terulang kembali,” kata pihak manajemen.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy Ungkap Biaya Tambahan Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Ditanggung Pribadi, Publik Heboh
-
Temui Jamaah yang Gagal Berangkat, Bos Hanania Travel Tawarkan Refund Bertahap Selama 2 Tahun
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
Jawapos TV Resmi Hentikan Siaran di Usia ke-19, Video Studio Sepi Viral
-
Video Mensos Rela Menunggu Demi Bertemu Seskab Teddy Viral, Warganet Soroti Tata Birokrasi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik