Suara.com - Setelah ramai unggahan provokatif dari anggota polisi yang menyindir pelajar STM dalam aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 di DPR yang berakhir rusuh, kini jagat agat maya kembali digemparkan unggahan video berisi sejumlah pendemo yang sedang dihukum jalan jongkok diduga berasaal dari akun seorang anggota polisi.
Video itu kembali dibagikan akun Instagram, @storyrakyat pada Kamis (28/8/2025). Dalam video itu, tampak sejumlah pendemo dalam kondisi bertelanjang dada terlihat jalan jongkok secara berbaris. Mereka juga terlihat membopong baju dan dan sepatu hingga tas yang dibawanya sembari berjalan jongkok setelah tertangkap.
Terlihat juga sejumlah anggota polisi saat menggelandang diduga para pendemo di sebuah kantor polisi. Setelah dihukum jalan jongkok, para pendemo itu terlihat duduk berjajar di depan pintu masyk sebuah kantor polisi.
Video itu diduga pertama kali diunggah akun @brema_brs. Dalam unggahannya, pemilik akun @brema_brs menuliskan keterangan: 'abang" S1".
Selain itu, akun @storyrakyat juga membagikan ulang hasil postingan lain @brema_brs yang berisi wajah dua anggota polisi diduga saat mengawal aksi demonstrasi 25 Agustus lalu. Akun @storyrakyat juga membagikan ulang foto seorang pria diduga pemilik akun @brema_brs.
Terkait video pendemo yang dihukum jalan jongkok itu, akun @storyrakyat turut memberi ultimatum kepada pemilik akun @brema_brs agar segera memberikan klarifikasi atas unggahannya itu. Pasalnya, pemilik akun yang diduga polisi itu telah menghina para mahasiswa.
"Kami kasih 1×24 jam untuk mu klarifikasi. Apabila tidak tunggu waktunya," demikian salah satu keterangannya dilihat pada Kamis.
Setelah unggahan itu beredar, akun @brema_brs diduga telah dihapus oleh pemiliknya. Pasalnya, berdasar penelusuran Suara.com, akun @brema_brs telah raib. Para netizen pun lantas mencari tahu akun yang awalnya menyebarkan video para pendemo saat dihukum jalan jongkok.
"Terpantau akunnya nonaktif," tulis salah satu netizen.
Baca Juga: Sentil Sahroni usai Sebut 'Brengsek' ke Pendemo, Dandhy Sindir Cawapres di Bawah Umur: Siapa?
"Segitu doang langsung tutup akun," timpal yang lain.
Berita Terkait
-
Sentil Sahroni usai Sebut 'Brengsek' ke Pendemo, Dandhy Sindir Cawapres di Bawah Umur: Siapa?
-
Curhat Dihina usai Sebut 'Rakyat Tolol', Sahroni Makin Di-bully Publik: Cemen Lu, Unfollow Ah!
-
Sahroni Blak-blakan Ngaku Ngumpet di DPR saat Demo 25 Agustus: Saya Gak Mungkin Menampakan Fisik!
-
Heboh Postingan Provokatif Polisi usai Demo Rusuh di DPR: STM Kentang, Rame Doang Ditembak Mundur!
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
-
Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik