- Marak kecelakaan bus Transjakarta dalam beberapa bulan terakhir.
- DPRD DKI dorong evaluasi pengelolaan Transjakarta.
- DPRD DKI dorong perketat pengawasan terhadap gaya hidup para sopir bus Transjakarta.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Bebizie Sri Mulyati, menyoroti kesiapan para pramudi bus Transjakarta menyusul serangkaian kecelakaan yang terjadi belakangan ini. Dalam rapat kerja di Gedung DPRD DKI, Selasa (23/9/2025), ia mempertanyakan pengawasan terhadap gaya hidup para sopir, termasuk kebiasaan begadang, penggunaan narkoba, hingga kecanduan judi online.
Bebizie secara spesifik menanyakan apakah ada imbauan dari pihak operator atau PT Transjakarta kepada para sopir untuk menjaga kondisi fisik sebelum bekerja, seperti tidak begadang atau bermain ponsel saat mengemudi.
"Operatornya ini sendiri... mereka ada imbauan kepada supir-supir untuk tidak begadang, untuk tidak main HP?" ujar Bebizie.
Desak Tes Narkoba dan Larangan Judi Online
Lebih lanjut, ia juga mendesak adanya pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk tes urin untuk memastikan para pramudi bebas dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk menjamin kesiapan mereka sebelum bertugas.
"Atau mungkin juga ada tes pengecekan kesehatannya, lebih kepada urin juga ya, Pak. Karena kan kita belum pernah membahas nih, apakah supir-supir ini terjerat, maaf ya, narkoba dan sebagainya," ungkapnya.
Tak hanya itu, Bebizie juga menyoroti bahaya judi online (judol) yang dinilainya dapat mengganggu konsentrasi para pramudi saat bekerja.
"Jadi cek kesehatan itu enggak cuma cek darah dan sebagainya, tapi juga [perlu] secara berkelanjutan melakukan cek urin, Pak. Dan juga mungkin sosialisasi agar supir-supir tidak terlibat judol, yang akan membuat mereka tidak konsentrasi dalam bekerja," pungkasnya.
Baca Juga: Tabrak Pembatas Jalan, Pemotor di Daan Mogot Tewas Terpental dan Terlindas Truk
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT