- Kebakaran terjadi di kilang minyak Pertamina di Dumai
- Sebelum kejadian, Menkeu Purbaya sempat menyinggung soal kebutuhan kilang di Indonesia
- Sering terjadi kebakaran hingga kekurangan pasokan minyak, memang Indonesia punya berapa kilang?
Suara.com - Kebakaran kembali terjadi di Kilang Pertamina Dumai, Riau, pada 2025. Insiden ini menambah daftar panjang peristiwa serupa yang menimpa fasilitas pengolahan minyak di Indonesia.
Sehari sebelum insiden terbakarnya kilang Pertamina di Dumai, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyinggung soal kebutuhan Indonesia membangun kilang. Purbaya menyinggung soal lambannya Pertamina mengurus pembangunan kilang baru sehingga negara harus mengimpor dari Singapura.
"Kilang itu, bukan kita gak bisa bikin atau gak bisa bikin proyeknya. Cuman Pertaminanya males-malesan aja," tegas Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (30/9).
Meski berhasil ditangani dengan cepat, peristiwa ini membuat publik bertanya-tanya, sebenarnya Indonesia punya berapa kilang minyak?
Indonesia Punya 7 Kilang Minyak Utama
Saat ini, Indonesia memiliki enam kilang minyak utama yang dioperasikan oleh Pertamina. Kilang-kilang tersebut tersebar di beberapa daerah strategis dengan kapasitas total sekitar 1 juta barel per hari.
Berikut daftar kilang minyak di Indonesia:
- Kilang Dumai (Riau) – kapasitas sekitar 170 ribu barel per hari.
- Kilang Plaju (Sumatera Selatan) – kapasitas 118 ribu barel per hari.
- Kilang Balikpapan (Kalimantan Timur) – kapasitas 260 ribu barel per hari.
- Kilang Cilacap (Jawa Tengah) – kapasitas 348 ribu barel per hari.
- Kilang Balongan (Indramayu, Jawa Barat) – kapasitas 125 ribu barel per hari.
- Kilang Kasim (Papua Barat) – kapasitas sekitar 10 ribu barel per hari.
- Kilang Tuban (Jawa Timur) - target kapasitas 300 ribu barel per hari.
Selain 7nkilang utama tersebut, ada juga mini refinery dan kilang swasta yang masih dalam tahap pengembangan, meski kontribusinya belum sebesar kilang Pertamina.
Sejarah Kilang Dumai “Kilang Minyak Putri Tujuh”
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pernah Minta Pertamina Bikin 7 Kilang Baru, Bukan Justru Dibakar
Melansir laman kpi.pertamina.com, Kilang Dumai terdiri dari dua unit, yaitu Kilang Sungai Pakning dan Kilang Dumai.
Kilang Sungai Pakning dibangun lebih dulu pada 1969. Lalu Kilang Dumai menyusul dengan konstruksi yang dimulai pada 1981.
Kilang ini bernilai strategis karena menyumbang sekitar 16% kebutuhan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan sebagian Kalimantan.
Secara historis, Kilang Dumai juga dikenal dengan sebutan “Kilang Minyak Putri Tujuh”, merujuk pada Pesanggrahan Putri Tujuh yang ada di dalam kompleks kilang dan berkaitan dengan legenda asal-usul Kota Dumai.
Pembangunan kilang ini berlangsung pada 20 April 1969 bekerja sama dengan Far East Sumitomo Sloye Kaisha dari Jepang. Pelaksana teknisnya adalah Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHHI), yang membangun Crude Distillation Unit (CDU) beserta fasilitas utilitas pendukungnya.
Kilang Dumai kemudian resmi dikukuhkan dalam SK Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nomor R 334/KPS/DM/1967, dan beroperasi hingga kini sebagai bagian dari Refinery Unit II (RU II) Dumai dan Sungai Pakning.
Berita Terkait
-
Kilang Minyak Dumai Kebakaran, Stok BBM Pertamina Gimana?
-
Menkeu Purbaya Pernah Minta Pertamina Bikin 7 Kilang Baru, Bukan Justru Dibakar
-
Omongan Menkeu Purbaya Terbukti? Kilang Pertamina di Dumai Langsung Terbakar
-
Sempat Dilalap Api, Profil Kilang Minyak Dumai: Pemasok 16% Energi Nasional Berjuluk 'Putri Tujuh'
-
Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Naik Oktober 2025
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dijerat Pasal Berlapis, Feri Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Terancam 12 Tahun Penjara!
-
Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
-
Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!
-
Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya
-
Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show
-
Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem