- Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan pentingnya menghentikan perundungan demi keamanan siswa di sekolah.
- Pemprov DKI fokus pada pemulihan psikologis siswa dan pengawasan ketat terhadap kegiatan belajar pascakejadian.
- Sejumlah 30 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit: 14 di RSIJ Cempaka Putih, 15 di RS Yarsi, dan 1 di RS Pertamina Jaya.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kejadian ledakan yang terjadi di SMA 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menjadi alarm keras bagi seluruh sekolah di ibu kota untuk memperketat pengawasan dan menghentikan praktik perundungan.
Pramono menekankan bahwa perundungan tidak boleh terjadi kembali dalam lingkungan Pendidikan.
"Yang paling utama, yang bersifat perundungan atau bullying tidak boleh terulang kembali karena ini bisa menjadi motivasi atau pemicu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11/2025).
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian mengenai penyebab pasti ledakan.
Ia menegaskan bahwa Pemprov tidak akan berspekulasi sebelum ada hasil penyelidikan final.
"Sampai hari ini, karena ini yang berwenang sepenuhnya adalah kepolisian, mari kita tunggu bersama-sama apa yang sebenarnya terjadi. Jadi untuk itu saya tidak komentar, tetapi sekali lagi kita tunggu apa yang menjadi temuan yang sebenarnya," ujarnya.
Pasca kejadian, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan belajar di SMAN 72, termasuk pengawasan barang bawaan siswa dan upaya mencegah potensi perundungan yang berujung kekerasan.
Sebagai langkah sementara, kegiatan belajar di sekolah tersebut dialihkan menjadi pembelajaran daring hingga kondisi dinyatakan aman.
"Memang hari ini dibutuhkan untuk (belajar) daring. Hari ini kita izinkan (siswa SMAN 72 Jakarta) untuk (belajar) daring," ucap Pramono.
Baca Juga: Terungkap! Terduga Pelaku Bom SMA 72 Jakarta Bertindak Sendiri, Polisi Dalami Latar Belakang
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI, Nahdiana menyebutkan bahwa fokus utama saat ini berfokus pada pemulihan mental siswa.
Ia menjelaskan bahwa selama proses daring, kegiatan belajar akan dikemas lebih interaktif agar siswa merasa aman dan terhubung kembali dengan lingkungan sekolah.
"Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah. Pembelajaran di kelas nantinya akan diisi oleh wali kelas dan psikolog dengan pembelajaran yang dikemas dengan memberikan ruang interaksi lebih dekat, seperti olahraga dan seni, agar anak-anak dapat pulih dan kembali merasa aman," kata Nahdiana.
Ia menambahkan, sebelum pembelajaran tatap muka dimulai, pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk memahami proses pemulihan yang dilakukan bersama psikolog dan unsur wilayah setempat.
"Saat ini, para petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP telah berjaga di lokasi untuk memastikan pendampingan berjalan baik," tutur Nahdiana.
Berdasarkan data Pemprov DKI, sejumlah 30 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit: 14 di RSIJ Cempaka Putih, 15 di RS Yarsi, dan 1 di RS Pertamina Jaya.
Beberapa korban, termasuk terduga pelaku, dilaporkan dalam kondisi stabil usai menjalani tindakan medis lanjutan.
Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemulihan jangka panjang, baik untuk korban maupun tenaga pengajar.
"Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah," ujar Iin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam
-
Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing
-
Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama
-
Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing
-
Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok
-
Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit
-
'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
-
Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia