-
Polisi menyimpulkan pelaku bom SMAN 72 Jakarta adalah seorang pribadi yang sangat tertutup.
-
Faktor pemicu aksinya adalah perasaan kesepian dan tidak punya tempat untuk curhat.
-
Rasa isolasi ini dirasakan pelaku di lingkungan keluarga, pergaulan, dan juga sekolah.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengurai tabir yang melatarbelakangi aksi ledakan bom di SMAN 72 Jakarta.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, memastikan bahwa penyidik telah memiliki profil psikologis yang jelas mengenai F, siswa terduga pelaku peledakan, setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 18 saksi kunci.
Saksi-saksi tersebut mencakup F sendiri, pihak keluarga, jajaran guru, hingga teman-teman sekolahnya.
Dari rangkaian keterangan tersebut, Asep menyimpulkan bahwa F, yang kini berstatus Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH), memiliki karakteristik kepribadian yang cenderung introvert dan terisolasi secara sosial.
“Dari keterangan yang kami himpun Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang terlibat dikenal pribadi tertutup dan jarang bergaul,” ungkap Asep saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Temuan ini diperdalam oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin.
Ia memaparkan bahwa aksi nekat F diduga kuat dipicu oleh akumulasi tekanan psikologis akibat merasa kesepian dan ketiadaan katarsis emosional atau tempat untuk mencurahkan isi hatinya.
Kondisi ini, menurut Iman, bersifat menyeluruh dan terjadi di tiga lingkungan utama kehidupan F, yakni keluarga, pergaulan, dan sekolah.
"Baik itu di lingkungan keluarga, di lingkungannya sendiri, dan kemudian lingkungan sekolah," beber Iman.
Baca Juga: Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Satu Siswa Ditetapkan Jadi Tersangka
Sebelumnya diberitakan, peristiwa ledakan tersebut diketahui terjadi saat Salat Jumat berlangsung di lingkungan masjid SMA 72 Jakarta.
Sejumlah 96 orang, baik siswa dan guru terluka hingga dilarikan ke rumah sakit.
Sementara itu, dari lokasi kejadian, Densus 88 Antiteror Polri total menemukan tujuh bom, dua di antaranya berhasil diledakkan di area masjid.
Sedangkan satu bom ditemukan di area baca dan tak sempat diledakkan. Kemudian sisanya, empat bom ditemukan di sekitar area bank sampah di mana dua di antaranya telah diledakkan.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana menyebut dari hasil penyelidikan diketahui kalau F mempelajari cara membuat bom tersebut dari internet.
“Dirakit sendiri, dan pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!
-
Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia
-
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
-
Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir
-
Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban