- Mu’ti tidak ingin kejadian di SMAN 72 Jakarta terulang.
- Penyempurnaan aturan itu akan dilakukan terhadap Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023.
- Penyempurnaan aturan ini diharapkan bisa menekan angka kekerasan di lembaga pendidikan yang hingga kini masih tinggi.
Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berjanji akan menyempurnakan aturan sekolah aman dari kekerasan setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Pemerintah, kata Mu’ti, tidak ingin kejadian serupa terulang.
"Kami berupaya agar peristiwa yang di Jakarta kemarin mudah-mudahan menjadi yang pertama dan yang terakhir,” kata Mu'ti usai acara Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Mu’ti menyebut, penyempurnaan aturan itu akan dilakukan terhadap Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Ia menilai aturan lama perlu diperbarui dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif.
Pendekatan humanis tersebut akan diwujudkan lewat penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dengan prinsip “heart to heart".
Sehingga diharapkan membuat siswa bisa lebih terbuka menyampaikan persoalan yang dihadapi tanpa rasa takut atau tekanan.
"Supaya murid ini bisa bercerita lah dari hati ke hati, dari perasaan yang penuh percaya diri untuk bisa menyampaikan berbagai hal kepada guru wali. Nah kalau kami bisa mengembangkan sikap yang lebih humanis maka kami bisa membangun budaya saling menerima di antara semua insan pendidikan,” jelasnya.
Mu’ti juga menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif, tidak hanya melihat masalah dari sisi akademik semata, tapi juga aspek spiritual peserta didik.
Baca Juga: Soal Insiden SMAN 72 Jakarta, Prabowo Desak Guru Lebih Peduli pada Siswa
"Murid perlu mendapatkan bimbingan dan spiritualitas, ini adalah bagian penting dari tujuan pendidikan nasional. Pendidikan nasional itu kan tujuannya di antaranya adalah membangun generasi yang beriman dan bertakwa dan berakhlak mulia nah ini yang coba kita bangun," ucapnya.
Penyempurnaan aturan ini diharapkan bisa menekan angka kekerasan di lembaga pendidikan yang hingga kini masih tinggi.
Pemerintah, kata Mu’ti, ingin memastikan setiap sekolah menjadi ruang aman bagi tumbuhnya karakter dan kemanusiaan siswa.
Berita Terkait
-
4 Kementerian Bakal Godok Aturan Pembatasan Gim Online Setelah Insiden Mengerikan di SMAN 72 Jakarta
-
288 Ribu Papan Interaktif Dikirim ke Sekolah, Mendikdasmen Harap Proses Belajar Lebih Inspiratif
-
Tak Ingin Insiden SMA 72 Terulang, Gubernur Pramono Tegaskan Setop Praktik Bullying di Sekolah
-
Kondisi FN Membaik Pasca Operasi, Polisi Siap Korek Motif Ledakan Bom di SMA 72 Jakarta Besok
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!
-
Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia
-
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
-
Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir
-
Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban