-
Menko Yusril bahas restrukturisasi kementerian dan perkuat kerja sama teknis dengan pemerintah Jepang.
-
Kerja sama dengan Japan Patent Office untuk modernisasi sistem kekayaan intelektual di Indonesia.
-
Jepang siap dukung reformasi kepolisian dan keanggotaan Indonesia di dalam organisasi OECD.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Senin (17/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menggelar serangkaian pertemuan bilateral untuk membahas isu-isu strategis, mulai dari kerja sama kekayaan intelektual, reformasi kepolisian, hingga dukungan untuk keanggotaan Indonesia di Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Yusril bertemu dengan tiga lembaga penting, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA), Japan Patent Office (JPO), dan Menteri Kehakiman Jepang, Hiraguchi Hiroshi, di Tokyo.
Dalam pertemuannya dengan JICA, Yusril memaparkan perkembangan restrukturisasi kelembagaan di Indonesia pasca-terbitnya Perpres baru yang memisahkan fungsi Kemenkumham menjadi tiga kementerian di bawah koordinasinya. Ia berharap kerja sama teknis JICA dapat diperluas untuk mencakup kementerian-kementerian baru tersebut.
"Jepang memiliki pengalaman panjang dalam membangun sistem hukum modern dan birokrasi yang efisien. Pengalaman itu sangat relevan bagi Indonesia," kata Yusril dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).
Selanjutnya, dalam pertemuan dengan Japan Patent Office (JPO), Yusril menekankan pentingnya kekayaan intelektual (KI) untuk meningkatkan daya saing nasional. Mengingat Jepang adalah pemohon paten asing terbesar di Indonesia, kedua pihak membahas kerja sama untuk peningkatan kapasitas pemeriksa paten, pertukaran data, dan modernisasi layanan digital KI.
"Kolaborasi dengan JPO merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem inovasi Indonesia," ucapnya.
Terakhir, saat bertemu dengan Menteri Kehakiman Jepang, Hiraguchi Hiroshi, Yusril memaparkan progres reformasi kepolisian yang tengah berjalan di Indonesia. Pemerintah Jepang menyambut baik hal tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan.
"Jepang mengikuti dengan seksama proses reformasi kepolisian di Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui mekanisme pelatihan, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas," kata Yusril.
Dalam seluruh pertemuan tersebut, pihak Jepang juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proses keanggotaan Indonesia di OECD, yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah saat ini.
Baca Juga: 32 Negara Sudah Lolos! Peta Persaingan Tiket Piala Dunia 2026 Makin Panas
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
28 Tahun Reformasi: Demokrasi Surut, Ekonomi Dihantui Krisis Kepercayaan
-
Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!
-
Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!
-
Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel
-
Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU
-
Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik
-
Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF
-
Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza