- Wakil Sekjen PBNU, Najib Azca, menilai pemberhentian Ketum KH Yahya Cholil Staquf menyalahi AD/ART organisasi.
- Najib Azca menyatakan keputusan strategis itu terburu-buru sebab audit keuangan belum rampung dan tim pencari fakta baru bergerak.
- Beberapa PWNU menyerukan islah dan tabayyun; namun Rais Aam menegaskan keputusan pemberhentian tersebut sudah final.
Suara.com - Gelombang polemik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin tinggi. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Najib Azca, secara tegas menyatakan bahwa keputusan Rais Aam Miftachul Akhyar untuk memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf dari kursi Ketua Umum adalah sebuah langkah yang menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Salah satu sorotan utama Najib adalah mengenai audit keuangan PBNU yang disebut-sebut menjadi salah satu dasar pemberhentian.
Ia menegaskan bahwa proses audit oleh auditor independen tersebut hingga kini belum rampung dan belum menghasilkan laporan apa pun yang bisa dijadikan landasan untuk mengambil keputusan sepenting itu.
Menurutnya, hal ini justru memperkuat kritik terhadap langkah Rais Aam yang dinilai terburu-buru. Ia menyoroti sebuah kejanggalan fatal dalam prosedur yang ditempuh.
“Audit belum selesai, tim pencari fakta baru bergerak setelah keputusan diumumkan. Bagaimana mungkin keputusan strategis diambil sebelum fakta lengkap tersedia? Prinsip organisasi yang tertib harus dijunjung tinggi,” kata Najib di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Najib menekankan bahwa marwah organisasi seharusnya dijaga dengan mengedepankan prosedur yang benar, bukan berdasarkan asumsi atau tekanan dari pihak internal.
Proses yang terbalik, di mana keputusan diambil lebih dulu sebelum fakta terkumpul, justru dinilai akan semakin memecah belah soliditas NU.
“Jika ada dugaan pelanggaran, penyelidikan dulu. Fakta dikumpulkan, dibahas di forum yang sah, baru keputusan diambil. Membalik urutan justru memecah belah,” tegas Najib.
Di tengah panasnya suhu politik di level pengurus pusat, Najib menyebut bahwa suara berbeda justru datang dari daerah.
Baca Juga: Wasekjen PBNU Skakmat Syuriyah: Aneh, Gus Yahya Dipecat Dulu Baru Dicari Faktanya
Sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari berbagai provinsi menyerukan agar PBNU mengutamakan jalan islah (rekonsiliasi) dan tabayyun (klarifikasi).
Menurutnya, penyelesaian damai melalui musyawarah adalah tradisi luhur organisasi yang harus senantiasa dijaga.
Beberapa PWNU bahkan meminta agar kepengurusan yang ada saat ini dituntaskan masa khidmatnya hingga muktamar mendatang, sementara persoalan internal dibenahi secara bijak tanpa menimbulkan guncangan.
Sikap ini kontras dengan pernyataan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, yang kembali menegaskan keputusan pemberhentian Gus Yahya dalam konferensi pers di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).
Ia menyatakan keputusan tersebut final berdasarkan hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November lalu.
"Sebanyak 36 PWNU yang hadir telah memahami dengan baik latar belakang keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Rais Aam untuk menindaklanjuti keputusan tersebut," ujar Akhyar, seperti dilansir laman resmi NU.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Ungkap Pemicu Desakan Mundur Ketum PBNU
-
Wasekjen PBNU Skakmat Syuriyah: Aneh, Gus Yahya Dipecat Dulu Baru Dicari Faktanya
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih
-
PBNU Tegaskan Tidak Ada Sabotase, Sistem Persuratan Digital Justru Lindungi Integritas Organisasi
-
Panas Kisruh Elite PBNU, Benarkah Soal Bohir Tambang?
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!