- Orangtua siswa SMK N 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire terlihat bahagia.
- Kebahagiaan itu berkat Program Pendidikan Gratis dari Pemprov Papua Tengah.
- Uang sekolah tidak akan dipungut lagi dan akan dihapuskan.
Suara.com - SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire Papua Tengah melaksanakan sosialisasi program Bantuan Pendidikan Gratis dari pemerintah setempat dengan mengundang orangtua siswa, Sabtu (13/12/2025).
Dalam rapat sosialisasi itu, pihak sekolah menyampaikan bahwa uang sekolah yang belum dibayar selama satu tahun berjalan tidak akan dipungut lagi dan akan dihapuskan (diputihkan).
"Kami dari SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire siap menjalankan program pendidikan gratis sepenuhnya, tanpa pungutan biaya lagi di sekolah kami," ungkap perwakilan sekolah dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah serta Kepala Bidang Data.
Bagi orangtua yang telah membayar uang sekolah untuk semester genap, dana tersebut akan dikembalikan secara penuh.
Melansir Papualives.com--jaringan Suara.com, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley untuk mewujudkan pendidikan gratis bagi siswa SMA/SMK di wilayahnya.
Sebelumnya, pada 3 Desember 2025, Pemprov Papua Tengah resmi meluncurkan program ini dengan alokasi dana operasional Rp43,5 miliar, menjangkau sekitar 26.217 siswa di delapan kabupaten.
Respons positif datang dari orangtua siswa dan pengurus komite sekolah. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Meki Nawipa, Wakil Gubernur Deinas Geley, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Bidang Data atas perhatian terhadap pendidikan gratis bagi anak-anak di Papua Tengah.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti implementasi lapangan dari kebijakan pendidikan gratis yang sedang digencarkan Pemprov Papua Tengah, guna meringankan beban ekonomi keluarga dan meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda