- PKB menyambut usulan Partai Golkar mengenai pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai gagasan lama PKB.
- PKB melihat sistem Pilkada lewat DPRD adalah solusi efisien guna menekan tingginya biaya politik penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.
- Partai Kebangkitan Bangsa meyakini sistem ini dapat berdampak positif mengurangi potensi praktik rasuah pada integritas kepala daerah terpilih.
Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut baik wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD yang belakangan digulirkan oleh Partai Golkar.
Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengungkapkan bahwa gagasan tersebut sebenarnya merupakan usulan lama dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
"Ini ide lama Cak Imin dan sudah diusulkan PKB bahkan sebelum Pilkada kemarin," ujar Daniel Johan kepada wartawan, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, evaluasi terhadap sistem Pilkada langsung sangat diperlukan mengingat biaya politik yang sangat tinggi.
Ia menilai, pemilihan melalui DPRD menjadi solusi realistis untuk memperbaiki sistem demokrasi di Indonesia agar lebih efisien.
"Mengingat biaya Pilkada yang sangat besar dan mahal, saya rasa memungkinkan untuk dijalankan dan menjadi bagian dari perbaikan sistem pemilu," lanjutnya.
Lebih lanjut, Daniel meyakini bahwa perubahan sistem ini akan berdampak positif pada integritas kepala daerah. Dengan menekan biaya kontestasi, potensi praktik rasuah dapat diminimalisir.
"Benar, perubahan sistem ini akan menekan kasus-kasus korupsi kepala daerah," pungkasnya.
Untuk diketahui, Partai Golkar telah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Hasilnya muncul sejumlah poin yang jadi kesepakatan, yakni diantaranya partainya mendorong agar Pilkada ke depan dipilih oleh DPRD dan dorongan agar ada Koalisi Permanen.
Baca Juga: Marak Kepala Daerah Kena OTT, Golkar Serukan Evaluasi Total Sistem Seleksi Pemimpin
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara