- Integrasi transportasi Jakarta terhambat karena pemda penyangga tak punya anggaran.
- Contohnya, Pemkot Depok tak mampu bangun halte bus untuk rute Transjabodetabek.
- Pemprov DKI dorong pemda penyangga cari pendanaan kreatif di luar APBD.
Suara.com - Integrasi layanan transportasi publik Jakarta dengan wilayah penyangga seperti Depok dan Bekasi menghadapi kendala serius: keterbatasan anggaran di pemerintah daerah (pemda) mitra. Akibatnya, pembangunan infrastruktur pendukung seperti halte bus menjadi terhambat.
Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Contoh Kasus Rute Sawangan-Lebak Bulus
Nirwono mencontohkan rute Transjabodetabek Sawangan-Lebak Bulus yang memiliki antusiasme penumpang sangat tinggi, mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per hari. Namun, tingginya minat ini tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dari Pemkot Depok.
"Pemerintah DKI sudah meminta adanya fasilitas pendukung seperti halte yang resmi dan aman. Namun, karena keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Depok tidak punya anggaran untuk menyediakannya," tutur Nirwono.
Menurutnya, masalah ketiadaan anggaran ini menjadi catatan serius bagi pengembangan transportasi pengumpan (feeder) di seluruh wilayah perbatasan Jakarta.
Dorong 'Creative Financing' sebagai Solusi
Menghadapi situasi ini, Nirwono mendorong agar pemerintah daerah penyangga tidak hanya terpaku pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyarankan adanya kreativitas dalam mencari sumber pendanaan.
"Di tengah keterbatasan anggaran ini, kami mendorong perlunya kreativitas dari pemerintah daerah untuk berpikir di luar APBD, yang disebut creative financing," jelasnya.
Baca Juga: Sedia Payung! Jakarta Bakal Diguyur Hujan Merata Hari Ini
Ia khawatir, jika pemda penyangga tetap mengandalkan pola penganggaran konvensional, wajah integrasi transportasi publik di Jabodetabek akan jalan di tempat.
"Kalau semuanya masih berbasis APBD, bisa dipastikan tidak akan banyak perubahan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene